Kaget! Belajar Menulis Berhadiah “Tuhan yang Terpenjara”

106
Hikmah Press
Hadiah buku Tuhan yang Terpenjara. Dari kiri: Nur Aini Ochtafiya, Umi Syarifah, Nur Asiyah, Fitri Musrofihah. (Muhammad Zainul Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Beberapa peserta Workshop Penulisan di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik tampak sumringah. Mereka menerima hadiah buku dari Wakil Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni, pemateri kegiatan tersebut.

Workshop yang dilaksanakan di Aula SDMM oleh Redaksi Majalah Cikal, Sabtu (10/3/18) pagi diikuti semua guru dari SDMM serta perwakilan dari Play Group Tunas Aisyiyah dan TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Manyar Gresik.

iklan

Buku berjudul Tuhan yang Terpenjara karya Mohammad Nurfatoni ini dihadiahkan bagi peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan tugas, yakni menulis straight news dan memberi judul menarik untuk soft news.

Guru Kelas VI Prima Ari Rosyida, salah satu penerima hadiah buku mengaku senang dan bersemangat mengikuti workshop di sela kesibukannya menyiapkan administrasi ujian siswanya.

Baca Juga:  Pesawat tanpa Awak yang Bikin Heboh Kampus Biru

“Awalnya saya bikin, tapi pesimis. Tidak apa saya coba aja menulis. Eh ternyata tulisan saya mengalir dan tak terasa sudah empat paragraf,” ujarnya.

Ia tak menyangka namanya disebut sebagai peserta pertama yang menyelesaikan tantangan menulis straight news dalam workshop tersebut. “Pas nunggu lama, eh kok Pak Fatoni manggil aku dan dapat hadiah. Sontak suka banget,” ungkap alumnus Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Prima Ari Rosyida (kiri) mendapatkan hadiah buku “Tuhan yang Terpenjara” dari Mohammad Nurfatoni. (Muhammad Zainul Arif/PWMU.CO)

Lain halnya dengan Umi Syarifah yang sempat bercerita tentang anaknya sesaat setelah pemateri menyatakan bahwa menulis berita semudah bercerita. Umi—sapaan akrabnya—diberi kesempatan oleh pemateri untuk bercerita bagaimana percakapannya dengan anaknya, yang kemudian ia tuangkan sebagai salah satu bahan dalam beritanya.

Umi sangat senang ketika namanya disebut sebagai penulis berita straight news terbaik kategori guru kelas besar. “Alhamdulillah senang sekali dapat hadiah buku dari penulisnya sendiri, karena saya memang belum mengenal beliau. Sekarang saya hoki (beruntung) jadi salah satu pemenang dan dapat hadiah,” ujar ibu dua anak tersebut.

Baca Juga:  Guru Ini Sabar Melayani Peserta Olimpiade Sains yang Butuh Bimbingan

Sementara itu, Nur Aini Ochtafiya disebut sebagai penulis berita straight news terbaik kategori guru kelas kecil. “Ya saya kaget campur senang juga. Udah dapat buku dan tanda tangan langsung dari penulisnya. Wah… tambah senang,” ungkap guru Kelas III Alexandria tersebut.

Selain tantangan menulis straight news, Fatoni—sapaan akrab pemateri—juga memberi tantangan membuat judul menarik untuk berita soft news.

Dalam tantangan ini, Fitri Musrofihah berhasil meraih penghargaan sebagai pemberi judul soft news terbaik kategori guru kelas kecil. “Alhamdulillah senang sekali dapat hadiah buku. Gak nyangka judul saya yang terpilih,” ungkap guru kelas 1 Angklung tersebut bahagia.

Selain itu ada juga Nur Asiyah, guru kelas 4 Safir yang berhasil meraih penghargaan pemberi judul soft news terbaik kategori guru kelas besar. “Alhamdulillah pas judulku disebut, kaget tidak nyangka. Padahal ustadz dan ustadzah yang lain juga tidak kalah hebatnya kalau buat judul,” ujarnya saat ditemui PWMU.CO.

Baca Juga:  Three-Way Conference, Cara Guru-Siswa-Orangtua Rumuskan Goal Setting

Fatoni mengajak guru-guru SDMM belajar menulis agar terbiasa. Sebab dengan menulis, banyak kebajikan atau inspirasi yang bisa dikabarkan pada orang lain secara lintas waktu dan teritorial. “Menulislah, karena ia akan ‘mengabadikanmu’,” ungkapnya.

You can make anything by writing. So, write it down! (Zaki AW/AK)