Gerakan Memeriksa 15 Rumah Mencari Penderita Baru Tertular TBC

86
Hikmah Press
Bunda Tri/pwmu.co
Tim Gerakan 1-15 TB Care Aisyiyah Semampir.

PWMU.CO-Salam TOSS TB (Tuberculosis) mengudara di halaman kantor Kecamatan Semampir Jl. Sultan Iskandar Muda 16 Surabaya. Salam itu diteriakkan oleh tim kader Gerakan 1-15 TB Care Aisyiyah sebelum berangkat bertugas ke Kelurahan Ujung,  Kamis (15/3/2018). TOSS singkatan dari Temukan Obati Sampai Sembuh. Ini adalah jargon dari komunitas TB Care Aisyiyah.

Gerakan 1-15 TB diadakan untuk memperingati Hari TBC se dunia pada 24 Maret 2018. Hari ini juga diluncurkan di Kecamatan Tandes diikuti 10 kecamatan. Tim gerakan ini ada yang ditempatkan di kantor kecamatan atau di puskesmas.

iklan

Baca Juga: Gelar Sosialisasi TBC, Katarak, dan Difteri, Langkah Kongkrit Aisyiyah-Nasyiah Peduli Kesehatan Generasi

Salah satunya di Kecamatan Semampir  dibuka dan diberangkatkan oleh Iwan Setiawan Royani, sekretaris kecamatan. “Kader TB Care Aisyiyah bertugas screening 15 rumah terdekat untuk mencari warga yang diduga kena TBC semoga bisa menemukan kasus baru sehingga bisa dideteksi sedini mungkin untuk diobati sampai sembuh,” tuturnya.

Semangat membara terlihat dari senyum ceria para kader  saat bertugas. Mereka bekerja untuk menemukan suspect penyakit menular yang sangat membahayakan lingkungan ini.  Semangat tim ini di bawah koordinator Emi Lutfiyani menjadi modal besar kesuksesan pelaksanaan Gerakan 1-15.

Gerakan dinamakan 1-15 karena bertugas memeriksa 15 rumah di sekitar penderita TBC untuk menemukan kasus baru apakah  ada yang tertular. Tugas screening kader menanyai warga dengan mengisi formulir dan meminta  dahaknya untuk diperiksa di laboratorium.

Sesuai jadwal untuk Kecamatan Semampir dimulai hari ini di Kelurahan Ujung. Kemudian Jumat (16/3/2018) di Kelurahan Ampel,  Senin (19/3/2018) di Kelurahan Wonokusumo , Selasa (20/3/2018)  di Kelurahan Sidotopo, Rabu (21/3/2018) di Kelurahan Pegirian,  berakhir Kamis (22/3/2018) di Kelurahan Bulak Banteng.

Kepala Puskesmas Pegirian Drg Anon Wijayanti menyampaikan, adanya kader- kader ini diharapkan  penemuan kasus baru lebih efektif sehingga penderita TBC bisa diatasi dengan tuntas,” ujarnya.  (Bunda Tri)