Lomba Menulis Puisi di Musasi Writing Challenge 2018

117
Hikmah Press
darul setiawan/pwmu.co
Para peserta mendapat penjelasan sebelum berlomba menulis puisi.

PWMU.CO- Perpustakaan SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Musasi), Sabtu (24/3/2018) pagi mendadak ramai. Puluhan siswa mendatangi ruangan yang ada di lantai dua tersebut. Satu persatu mereka mengisi daftar hadir dan menempati tempat duduk yang sudah disediakan.

Para siswa tersebut tidak sedang melakukan aktivitas belajar di perpustakaan, namun mereka mengikuti lomba menulis puisi yang bertajuk “Musasi Writing Challenge” (MWC) 2018. Lomba yang diadakan pada Sabtu (24/3/2018) itu diikuti 85 peserta yang berasal dari 17 rombel (rombongan belajar) jenjang kelas 7 dan 8.

iklan

Semangat berliterasi begitu terasa di perpustakaan yang pernah dua kali menjadi juara 2 lomba perpustakaan se-kabupaten Sidoarjo tingkat SMP tersebut.

Kepala Perpustakaan SMP Musasi Dra Lailiyatul Cholisho MM mengatakan, tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk mewadahi bakat dan minat para siswa dalam berliterasi khususnya menulis puisi.

Baca Juga:  Tohari, Seniman yang Guru Menggelar Pameran Tunggal Lukisan, Puisi, dan Foto

Karya bagus, menurutnya, juga harus dipublikasikan. Tujuannya supaya banyak orang yang tahu. “Agar koleksi buku Perpustakaan tidak hanya berisi karya orang lain, namun juga berisi hasil kreasi para siswa SMP Musasi,” tambahnya

Selain itu, menurut mantan Kepala SMP Musasi ini, kegiatan perdana tersebut dimaksudkan agar karya puisi dari para peserta bisa dipublikasikan. “Seluruh karya puisi dari para peserta akan dicetak dalam bentuk buku antologi puisi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Welly Herwantoro, founder dari Embrio Publishing, juri sekaligus pihak yang bekerjasama dengan Perpustakaan SMP Musasi dalam menerbitkan karya siswa tersebut.

Menurutnya, perpustakaan zaman now tidak boleh hanya terbatas pada ruang penyimpan buku. Namun, juga harus berinovasi aktif melaui program kegiatan.

Baca Juga:  Pengajian Masjid Sepi Anak Muda karena Isinya Hanya Bekal Meninggal Dunia

“Kami punya Program Perpustakaan Aktif Berliterasi (Pinisi), yang itu harapannya agar para siswa bisa berkarya, yang kemudian bisa senang membaca,” lanjutnya.

Dalam lomba menulis puisi tersebut akan dipilih tiga karya terbaik. Penilaian tersebut berdasarkan ide, diksi (pemilihan kata), serta originalitas (keaslian). Pemenang lomba akan mendapatkan buku karyanya dan sertifikat pemenang.

Fauza Ezra, salah satu peserta lomba dari kelas 8B mengungkapkan ketertarikannya mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah, saya bisa menampilkan bakat diri melalui karya puisi,” ungkapnya.

Dia berharap, kegiatan di perpustakaan SMP Musasi tidak berhenti pada lomba menulis puisi. “Semoga bisa dilanjutkan dengan lomba menulis cerpen atau membuat cover majalah sekolah,” harapnya. (das)

Baca Juga:  Isma, Santri Madrasah Diniyah Muhammadiyah Melaju pada Porseni Madin Nasional