Nobar Ayat-Ayat Cinta 2, Begini Kesan Santri Tunawicara

75
Hikmah Press
Suasana Nobar film Ayat-ayat Cinta Dua di Aula Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo (foto: wiwik/pwmu.co)

PWMU.CO – Orang dengan disabilitas pendengaran (tunawicara), seperti halnya tunarungu, biasanya punya perbendaharaan kata yang cukup sederhana. Lantas bagaimana kesannya jika diajak menonton film dengan durasi hampir 2 jam? Nonton bareng (nobar) Ayat-ayat Cinta Dua di Aula Panti Asuhan Tunanetra Terpadu Aisyiyah Ponorogo memberi cerita tersendiri.

Sabtu malam Ahad, (31/3), Organisasi Santri Panti ini menyelenggarakan Nobar film AAC 2 di Aula Panti Asuhan Tunanetra. Tak mau kalah dengan yang lainnya, salah satu anak asuh tunawicara, Heru Efendi juga mengikuti acara nobar. Dengan serius ia menatap layar LCD yang terpampang di depan aula. Meski tidak ada penerjemah bahasa isyarat, sesekali ia tertawa melihat adegan dalam film.

iklan

Saat diwawancarai PWMU.CO terkait film yang ia lihat, anak yang akrab dipanggil Fendi ini mengacungkan jempolnya, sebagai tanda bahwa filmnya bagus.

Heru Efendi, santri tunawicara yang ikut nobar film Ayat-ayat Cinta 2 (foto: wiwik/pwmu.co)

Begitu juga menurut salah satu santri Pondok pesantren tahfidzul Quran, Titis Insanurrahim. “Filmnya bagus, pingin nangis tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” jelasnya.

Menurut salah satu panitia Nobar, Diyah Hayu Sekar Arum, tujuan dari nobar ini adalah untuk mempererat silaturahim sesama santri panti asuhan Tunanetra dengan santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran. “Selain itu untuk merealisasikan program kerja bidang jurnalistik, serta untuk menjaga keakraban sesama santri,” jelas pengurus yang akrab dipanggil Hayu.

Masih menurut Hayu, hikmah yang dapat diambil dari film ini adalah adanya toleransi terhadap agama lain, serta, perjuangan dalam menjaga kehormatan wanita yang pantas untuk dicontoh. “Semoga acara ini dapat berlanjut dan hikmahnya dapat mencontoh budi pekerti baik dan menyayangi sesama makhluk,” pungkasnya. (wiwik)