
5T Cara Menjalankan Organisasi yang Harmonis; Liputan kontributor PWMU.CO Gresik Waviq Amiqoh.
PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik H Anas Thohir Sag MpdI memberikan Kajian Iftitah pada kegiatan serah terima jabatan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik Kota Baru (GKB) Gresik di Synergy Room SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), Jalan Jawa No 60, Yosowilangun, Manyar, Gresik, Ahad (2/4/23).
Dia mengawali dengan kisah Khalid bin Walid, “Semenjak masuk Islam Khalid bin Walid merupakan panglima andal di masa khalifah Abu Bakar.” Dia memerangi yang tidak zakat, murtad dan nabi palsu. Seluruhnya berhasil sampai pada masa Umar bin Khatab.
Dia melanjutkan, “Di masa Umar bin Khatab, panglima Khalid bin Walid yang begitu hebat diberhentikan dari panglima perang padahal tidak berbuat kesalahan.
Seseorang berkata pada Khalid bin Walid, “Wahai Khalid bin Walid bukankah Anda ini berhasil menjadi panglima perang? Anda tidak melakukan kesalahan, Anda hebat tapi anda diberhentikan, apa pendapat Anda?”
Khalid bin Walid menjawab, “Saya berperang dan menjadi panglima bukan karena Umar. Tapi saya berperang karena panggilan Allah SWT.”
“Ketulusan inilah mari kita jadikan rujukan,” tegasnya.
Dia melanjutkan, “Panggilan berorganisasi adalah surat Ali Imran ayat 104 waltakun minkum ummatun yad’uuna ila al-khayri wa ya’muruuna bi al-ma’ruf wa yanhawna ‘an al-munkari wa ulaa’ika hum al-muflihuun yang artinya ‘Hendaklah di antara kamu (atau setiap orang di antara kamu) menjadi bagian dari sekelompok umat yang mengajak pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan melarang yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung’.”
5T Cara Organisasi Harmonis
Wakil Ketua Koordinator Majelis Tabligh dan Tajdied Centre dan Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah PDM Gresik itu menjelaskan, 3T Cara Organisasi Harmonis dengan bersandar pada al-Qur’an.
Pertama, ta’awun. Pada surat al-Ma’idah ayat 2 wa ta’awanu ‘alal-birri wat-taqwa wa la ta’awanu ‘alal-ismi wal-‘udwani wattaqullah artinya “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah.”
Kedua, tafahum. Memahami karakter masing-masing. Ketiga, Tasyawur. Pada surat Ali Imron ayat 159 wa syāwir-hum fil-amr artinya dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
Keempat, tashabur. “Assabru alal tha’ah artinya kesabaran melakukan ketaatan atas perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Kelima, tawakkal. Pada surat Ali Imran ayat 159 Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah artinya ‘Kalau engkau sudah berazam kalau kita sudah berusaha maka serahkan hasil akhirnya kepada Allah. “Kita bermuhammadiyah, berorganisasi dan bermasyarakat ini memiliki niat yang tulus, Bismillah,” tutupnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments