Kehadiran tokoh pimpinan wilayah di tingkat ranting ini menjadi energi bagi gerak dakwah jamaah. Itu pula yang terjadi di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpucung. Bertempat di Masjid Baiturrois Karangpucung Kota Purwokerto, jamaah malam itu tampak tumpah ruah (26/02/2026).
Hadir sebagai pembicara utama adalah Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr H Ibnu Hasan MSI. Dalam uraiannya, ia menekankan bahwa masjid bukan sekadar tempat salat. Melainkan jantung penggerak persyarikatan.
Menurutnya ada enam ciri utama masjid yang makmur. Pertama, kebersihan yang senantiasa terjaga. “Masjid adalah cermin kesucian iman,” jelasnya.
Pilar kedua adalah bahwa setiap orang yang masuk ke masjid harus merasa tenang dan disambut. Ketiga, kuantitas jamaah. Bahwa shalat berjamaah di masjid harus selalu hidup dan ramai. Keempat, gerakan zakat, infaq, dan sedekah berjalan produktif.
Pilar kelima, ada transparansi finansial. Pengelolaan keuangan masjid berjalan secara akuntabel dan terbuka kepada umat. “Masjid dikelola oleh SDM (sumber daya manusia) yang kompeten dan berdedikasi,” terang Ibnu Hasan tentang pilar ke-6 masjid makmur.
“Masjid yang makmur tidak hanya megah bangunannya. Tapi juga mampu memakmurkan jamaahnya. Uang masjid harus berputar untuk kepentingan umat. Dari umat kembali ke umat,” tegasnya di masjid yang berlokasi di Jalan Pembina No. 1 itu.
Pengajian Ramadhan 1447 H ini adalah kolaborasi Takmir Masjid Baiturrois dan PRM Karangpucung. Nampak hadir Ketua PRM Karangpucung, H Komar SPd bersama jajaran PRM, juga pimpinan Pimpinan Ranting Aisyiyah, remaja masjid, hingga santri TPQ.
Kehadiran anak-anak muda dan remaja masjid serta pemuda ini menjadi catatan tersendiri untuk Dr Ibnu Hasan. Menurutnya, menghidupkan masjid melalui peran anak muda adalah kunci “Cabang Harus Berkembang” di masa depan.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Karangpucung, H Komar SPd, menyampaikan makna penting kehadiran Pimpinan Muhammadiyah tingkat Provinsi. Kehadiran pimpinan wilayah di tingkat ranting adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan dakwah di level bawah.






0 Tanggapan
Empty Comments