Berkunjung ke Konjen Jepang, Bermain Daruma Otosi dan Kendama

99
Hikmah Press
Kepala MIM 1 Pare Hirzul Umam memberikan suvenir ke Gei Ko, staf Konjen Jepang.

PWMU.CO-Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 1 Pare Kediri berkunjung ke Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Kamis (22/3/2018). Kunjungan ini untuk mendukung program international dan mengenalkan siswa dengan kehidupan dan budaya negeri lain.

Di Kantor Konjen Jepang Jl. Sumatra Surabaya itu, rombongan disambut oleh Gei Ko, staf konsulat. Dia menjelaskan, budaya Jepang dan kebiasaan negara Jepang yang terkenal disiplin. Kemudian para siswa dikenalkan dan diajari menulis kaligrafi huruf Jepang.

iklan

Paling menarik ketika siswa diajak bermain daruma otosi  dan kendama.    Daruma otosi, permainan memukul bagian tubuh boneka kayu tanpa merobohkan bagian lain. Boneka itu terbentuk dari tumpukan potongan tubuh. Dengan palu kayu bagian bawah dipukul, bagian atas tak boleh jatuh. Begitu seterusnya hingga habis. Permainan ini butuh ketepatan dan kecepatan memukul.

Permainan daruma otosi

Sementara kendama,  permainan tongkat dan bola. Cara mainnya, bola dilempar ke atas kemudian bola ditangkap dengan ujung tongkat yang bentuknya cekung. Permainan ini juga melatih ketepatan. Di akhir kunjungan anak-anak diberi tebakan bahasa Jepang yang dapat menjawab diberi hadiah tulisan kaligrafi Jepang.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Hamidah Nuzuli Rahmawati SPd menjelaskan, MIM 1 Pare mempunyai slogan Madrasah Go International. Untuk itu membuka kelas international. ”Kita sempat melaksanakan student exchange ke Malaysia,” kata Yuli, panggilannya.

Permainan Kendama

Dia menjelaskan, MIM Pare mempunyai satu kelas internasioanal terdiri kelas 1-6, jumlah muridnya 150 anak. Di kelas ini jam belajar Bahasa Inggris lebih banyak. Dalam setahun mengikuti English Camp sebanyak dua kali. Out-school berkunjung di tempat yang dapat menguji kemampuan bahasa Inggrisnya.

”Buku pelajarannya berbahasa Inggris semua. Misalnya, buku IPA dan Matematika dibeli dari luar negeri. Mereka juga diajak student exchange keluar negeri,” katanya. Guru kelas internasional dari berbagai disiplin ilmu tapi harus mampu berbahasa Inggris dan harus kreatif dan inovatif.

Dengan program ini MIM 1 Pare menjadi sekolah favorite di mata masyarakat sehingga banyak orang menyekolahkan anaknya di sini. Sekarang jumlah siswanya mencapai 798 siswa. (El-Umam)