“Nggak Tahu Pakai Ilmu Apa, kok Semua Terpukau?” Observer Malaysia yang Takjub pada Lesson Study SDMM

520
Hikmah Press
Para observer Lesson Study sedang mengamati pembelajaran oleh guru model, Ria Pusvita Sari (kanan). (MFA/PWMU.CO)

PWMU.CO – Jumat pagi siswa kelas V Neptunus SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) dikejutkan oleh kedatangan 21 orang observer (pengamat) yang masuk ke kelasnya, (6/4/18).

Rombongan tersebut adalah observer yang sedang mengamati pembelajaran matematika di kelas V Neptunus—yang merupakan International Class Program (ICP).

iklan

Mereka terdiri dari sembilan orang dari Dinas Pendidikan Port Dickson Malaysia, enam orang dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), satu orang dari SD Muhammadiyah 3 Gresik, dan 5 orang dari SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik.

Ria Pusvita Sari SPd menjadi guru model dalam pembelajaran matematika saat Open Class Lesson Studi tersebut berlangsung. Ustadzah Vita, sapaannya, melaksanakan pembelajaran matematika dengan tema Seberapa Luaskah Aku? dengan bahasa pengantar Inggris.

Ketua Lesson Study Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Nur Fauziyah MPd mengatakan, “Tahapan lesson study meliputi plan-do-see. Tahap plan telah dilaksanakan Selasa, (3/4/18) oleh tim matematika SDMM bersama beberapa dosen matematika UMG. Sedang tahap do and see dilaksanakan hari ini (Jumat, 6/4/18),” terangnya.

Ketua Pegawai Pejabat Pendidikan Daerah Port Dickson Malaysia Mohammad Azwar Iq’bal bin Tahir, saat kegiatan refleksi mengatakan, “Upaya merangsang pemikiran siswa ke arah objektif sudah dilakukan oleh guru model. Siswa dibimbing dengan baik. Emosi siswa juga dikelola dengan baik. Team work tampak, tanggung jawab menyelesaikan masalah nampak.”

Ustadzah Vita, sambung dia, berjaya untuk merancang konsep luas persegi dan persegipanjang sehingga pembelajaran ini bisa berkesan daripada pembelajaran yang biasanya. “Terima kasih atas pembelajaran yang berkesan hari ini,” ucapnya.

Refleksi atas kegiatan pembelajaran open class Lesson Study di SDMM. (MFA/PWMU.CO)

Pengetua Sekolah Menengah Kebangsaan Tanah Merah Malaysia Razali bin MD Taib, observer lainnya, mengatakan, “Pelajar seolah-olah dipangku termasuk juga observernya sehingga situasi pembelajaran di kelas nyaman dan siswa mengikuti dengan baik. Nggak tahu pakai ilmu apa? Kok semua terpukau.”

Dia melanjutkan, penerapan nilai karakter juga dilaksanakan pada saat pembelajaran. “Seperti kalimat basmallah dan hamdalah di worksheet (lembar kerja) siswa, raise your hand before give an idea. Termasuk saat bertemu dengan siswa mereka bersalaman dengan kami dan nama siswa SDMM sama semua yaitu Hizbul Wathan,” komentarnya sambil berkelakar.

Ketua Lesson Study Club UMG Nur Fauziah MPd menyampaikan, “Soal jumping task yang digunakan Ustadzah Vita sangat bagus untuk melatih high order thinking skill (HOTS) siswa. Saya sangat tertarik karena model soalnya open ended, soal terbuka.”

Secara umum, ujar dia, pembelajaran yang sudah diplanningkan berjalan dg baik.

Kepada PWMU.CO, Ria Pusvita Sari menyatakan rasa syukurnya. “Alhamdulillah kegiatan open class hari ini berjalan lancar sesuai plan yang sudah dibuat bersama. Banyak manfaat yang saya dapatkan, di antaranya sharing pengalaman pembelajaran bersama dosen-dosrn UMG saat sesi plan dan evaluasi, pengalaman belajar siswa semakin bertambah,” ujarnya.

Koordinator International Class Program SDMM tersebut mengakui dirinya sempat nervous karena banyak pihak yang mengamati saat dia mengajar di kelas “Tapi overall can be run well. Alhamdulillah,” ucapnya.

Tamu dari Malaysia tersebut juga tertarik dengan Cambridge Curriculum yang telah diterapkan di Kelas ICP SDMM.

Selamat dan sukses! (MFA)

Foto bersma para observer di halaman SDMM. (MFA/PWMU.CO)