Shalat Tarwih Bersama Mualaf Jerman yang Tekun Belajar Alquran

128
Hikmah Press
Darul/pwmu.co
Ahmed Eugene Lang, kiri, mualaf Jerman shalat tarwih di Masjid at-Taqwa.

PWMU.CO-Shalat tarawih hari pertama di Masjid At Taqwa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) Rabu (16/5/2018), kedatangan jamaah baru. Ahmed Eugene Lang, mualaf Jerman yang sudah setahun menjadi warga kota udang bermukim di Celep.

Masjid sekolah biasa digunakan shalat tarwih oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulusidokare. Hari itu banyak jamaah warga sekitar berdatangan termasuk Ahmed.  Rumahnya agak jauh dengan masjid, namun pria yang beristri warga Indonesia itu memilih shalat Magrib, Isya dan tarawih di sini.

iklan

Bapak berputra satu itu datang ke masjid menjelang adzan Maghrib. Usai shalat, dia berdiam di masjid sambil belajar membaca Alquran.  “Insya Allah saya shalat tarawih di masjid ini setiap hari,” ujar Ahmed dengan bahasa Indonesia terbata-bata. Dia memilih masjid ini menjadi guru bahasa Inggris di sekolah ini.

Baca Juga:  Puasa Ramadhan Sukses Jika Lima Tanda Ini Dilaksanakan

Kepala SMP Musasi Drs Aunur Rofiq MSi yang datang menjadi imam dan penceramah shalat tarawih mengaku senang dengan antusias para jamaah. Mantan guru Smamda itu juga menyampaikan kehadiran para jamaah dalam kegiatan Ramadhan merupakan karunia Allah. Sebab, menurutnya, amalan-amalan yang dilakukan pada ramadhan pada tahun lalu mungkin masih kurang.

Rofiq, panggilannya, juga mewanti-wanti agar para jamaah waspada di sepuluh malam terakhir. “Banyak dari kita yang lalai menjelang malam lailatul qadar,” ujar Rofiq sambil memberi contoh yang melalaikan itu antara lain persiapan Hari Raya seperti kue lebaran, baju.

Maka tidak mengherankan, kata dia, jika banyak yang berdiri di mal pada sepuluh malam terakhir tidak dapat apa-apa. Padahal ada yang sama-sama berdiri di masjid untuk melaksanakan qiyamu Ramadhan malah dapat pahala seribu bulan atau 83 tahun.

Baca Juga:  Tim Robot SMP Musasi Bertekad Sabet Emas di Ajang ME Awards

Rofiq juga memberi gambaran kenikmatan orang berpuasa ada dua. Pertama saat berbuka. Kedua, bertemu Allah nanti di akhirat. Dia juga menambahkan, jika bulan Ramadhan merupakan pelatihan. Yang menyasar otak kanan, long term memory, atau daya ingat yang melibatkan emosi dalam jangka panjang.

Ada banyak rangkaian kegiatan bulan ramadhan di masjid At Taqwa SMP Musasi tahun ini. Mulai dari ngabuburit bareng siswa dan wali siswa, kajian menjelang berbuka, hingga takjil on the road. (Das)