Kenapa Abdullah Ibnu Abi Quhafa Justru Menangis saat Mendengar Nabi Menerima Wahyu Terakhir?

208
Hikmah Press
Ustadz Ghufron saat menyampaikan ceramah dalam pembinaan tarawih di SDMM. (Cahyo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bulan Ramadhan hendaknya tidak diisi dengan puasa dan tarawih saja, tetapi tafakur Alquran juga penting. Pesan ini disampaikan imam dan penceramah pembinaan tarawih Ghufron di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Kamis (17/5/18).

“Anak-anak yang Ustadz banggakan, yang hari pertama ini puasanya penuh dan shalat lima waktunya juga penuh, ditambah tarawih sekarang, berarti sudah mendapat kemenangan di hari pertama. Nah, besok di hari kedua, ditambah lagi ya dengan membaca Alquran?” tuturnya mengawali ceramah setelah delapan rakaat.

iklan

Dia menceritakan kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abdullah Ibnu Abi Quhafa yang menangis ketika Nabi menyampaikan wahyu terakhir.

“Wahyu yang menjelaskan telah sempurna agama Islam, sempurna pula nikmatul Allah dan Islam sebagai agama yang diridhoi-Nya. Wahyu ini tertuang dalam Quran Surat Almaidah ayat tiga. Semua sahabat yang mendengarnya serentak mengucap takbir sebagai ungkapan syukur mendengar kabar tersebut,” ujar Ghufron.

Baca Juga:  Begini Alasan Anak-Anak TK Ini Memilih Shalat Tarawih di SDMM

Pengajar Quran Learning SDMM itu melanjutkan, tapi ada satu Sahabat yang justru menangis saat itu. Dan Umar bin Khattab menegur Abdullah bin Abi Quhafa yang saat itu menangis.

“Mengapa engkau menangis, bukankah ini kabar gembira untuk umat Islam?” ucap Ghufron menirukan perkataan sahabat Umar.

Ghufron mengungkapkan alasan kesedihan Abdullah Ibnu Abi Quhafa adalah karena tugas kerasulan sudah selesai, maka tak lama lagi Rasulullah akan meninggalkan umatnya.

“Saat itulah seisi masjid juga ikut menangis. Anak-anakku yang Ustadz sayangi, inilah bukti Abdullah bin Abi Quhafa memiliki pemahaman Alquran yang lebih dibanding sahabat Nabi yang lain. Dia dikenal dengan nama Abu Bakar Ash Shiddiq, sahabat Nabi yang termasuk assabiqunal awwalun. Apa hayo artinya?” tanya Ghufron pada jamaah tarawih yang mayoritas anak-anak.

Baca Juga:  Kerja Keras Janitor di Balik Kesuksesan SDMM Raih Juara 'Gresik BISA 2018'
Anak-anak usia SD mengikuti pembinaan tarawih di SDMM. (Tari/PWMU.CO)

“Sahabat pertama yang masuk Islam,” teriak anak-anak sembari mengacungkan tangan.

Ghufron berpesan sikap Abdullah bin Abi Quhafa yang suka mempelajari Alquran hendaknya dicontoh.

“Abdullah bin Abi Quhafa lahir dua tahun dua bulan setelah kelahiran Rasulullah. Sejak pertama masuk Islam, beliau senang dan cinta membaca Alquran serta mentafakurinya. Bertafakur akan isi Alquran sangatlah bermanfaat untuk bisa mempunyai wawasan yang luas tentang isi Alquran,” pesannya.

Dia berharap melalui kisah ini, kita hendaklah mengambil pelajaran untuk senantiasa bertafakur terhadap ayat-ayat Alquran.

“Mudah-mudahan kita juga dianugerahi Allah SWT pemahaman Alquran yang lebih sehingga kehidupan yang kita jalani menjadi kehidupan yang Qurani,” harapnya.

“Nah, mulai besok, waktu luangnya diisi dengan membaca Alquran ya. Usahakan satu juz setiap hari sehingga satu bulan berpuasa, kalian sudah tuntas 30 juz Alquran,” lanjutnya mengakhiri ceramah.

Baca Juga:  Cegah Narkoba, Jadikan Guru dan Orangtua Teman Curhat, Bukan Medsos

Pembinaan tarawih ini diawali dengan mereview bacaan iftitah dalam shalat yang dipandu M Fadloli Aziz. (Ria Eka Lestari)