Dialog Guru-Orangtua di Hamas School Bicarakan Masa Depan Siswa

91
Hikmah Press
Suasana dialog guru-orangtuadi Hamas School. (Fillah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gedung Hamas School—sebutan untuk SMP Muhammadiyah 13 Campurejo, Panceng, Gresik—yang hampir dua bulan sepi karena libur Lebaran, pagi itu, Kamis, (12/7/18) ramai oleh ibu-ibu wali murid baru.

“Ada dua agenda pertemuan di pagi ini. Yang pertama sosialisasi tentang kegiatan sekolah dan yang kedua wawancara kepada wali murid oleh para guru,” tutur Nurul Wakhidatul Ummah, Kepala Sekolah Hamas School.

iklan

Ustadzah Fidah—panggilannya—menambahkan, di saat sekolah yang lain belum memulai kegiatan belajar mengajar, Hamas School memulai dengan berdialog bersama wali murid baru.

“Belajar dari keteladanan pemimpin besar, yakni Salahudin Al-Ayyubi yang memikirkan ibu dalam merawat anak mereka. Kami pun memikirkan wali murid, memikirkan generasi masa depan, sehingga terwujudlah acara silaturrahim dan wawancara wali murid ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Demi Misi Hafalan Quran, Hamas School Kirim Siswanya ke 4 Mahad di 3 Kabupaten

Amsikul Maarif, salah satu pengurus Hamas School menjelaskan, pihaknya sengaja mengadakan kontrak di awal tahun pembelajaran dengan ibu-ibu untuk saling besinergi dalam mendidik anak. “Mereka tidak perlu khawatir jika anak mengikuti kegiatan di sekolah sampai sore, kita bersama-sama mengontrol dan membina akhlak anak. Al-adab qabla ilmu,” ujarnya.

Selanjutnya, para wali murid diajak ke selasar Masjid Al-Ikhlash Campurejo untuk melanjutkan acara yang kedua, yakni sesi wawancara.

Koordinator Akhlak Hamas School Andi Widianto menerangkan, para wali murid akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Satu kelompok berisi tiga wali murid dengan satu dewan guru. Kemudian antara guru dan satu per satu wali murid berdialog untuk mendiskusikan harapan wali murid dan kondisi anak.

Baca Juga:  Saat Pasukan Merah-Putih Hamas Meriahkan Gerak Jalan di Campurejo

“Selain untuk mengetahui harapan wali murid ke sekolah, melalui kegiatan ini, kita juga bisa mengetahui karakter anak masing-masing, dan siapa saja anak didik baru yang harus mendapatkan perhatian lebih, sehingga sangat bermanfaat dalam pemetaan kelas,” tutup Ustadz Andi—panggilan karibnya.

“Ada ibu yang ketika ditanya harapannya putranya seperti apa tiba-tiba menangis. Suasana menjadi haru ketika berbicara tentang generasi masa depan di tengah lingkungan dan tantangan zaman seperti saat ini,” jelas Muafillah Shofah, salah satu guru Hamas School. (Fillah)