Prihatin Generasi Milenial, Guru SDM Ini Kenakan Pakaian Adat di Hari Pertama

135
Hikmah Press
Para guru SD Muhammadiyah 1 Ngawi mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah untuk menyambut siswa-siswinya masuk sekolah di hari pertema (foto: Shofa/pwmu.co)

PWMU.CO-Dinginnya embun pagi tak menyurutkan semangat para guru SD Muhammadiyah 1 Ngawi untuk menyambut siswa-siswi di  hari pertama masuk sekolah, Senin (16/07/2018).Malah mereka rela datang lebih pagi untuk membuat penyambutan dalam acara Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) yang dikemas dalam kegiatan Welcome Day. Bentuk kegiatannya berbeda atau lain dari biasanya.

Para guru sejak pagi sudah berdiri di depan pintu gerbang sekolah untuk menyambut satu per satu siswa yang datang. Karuan, kegiatan penyambutan yang dilakukan seluruh jajaran guru tersebut membuat kaget para siswa dan orangtua yang mengantar anak mereka. Apalagi pakaian yang dikenakan para guru berbeda. Mereka mengenakan pakaian adat dari masing-masing daerah di nusantara. Dekorasi etnik yang menghiasi dalam acara tersebut juga semakin membuat wah.

Baca Juga:  Beginilah Jadinya bila Ketua MPR-RI Diwawancarai ‘Wartawan’ Cilik
iklan

“Wah ada penyambutan meriah ya.. Sayang tidak bawa hp,” celetuk Bunda Natha, salah satu orangtua siswa penuh keheranan.

Tak hanya Bunda Natha, walimurid lain juga terkaget-kaget dan memberikan apresiasi. Apresiasi yang luar biasa dari wali murid membuat suasana penyambutan hari pertama masuk sekolah menjadi lebih keren dan menarik. Siswa-siswi pun demikian..Terkagum-kagum atas penampilan bapak ibu guru yang tampil beda dari biasanya bahkan adik dari Alvino yang masih TK pun ingin masuk SD ini bila nanti sudah besar.

“Kami mengusung tema kearifan nusantara dengan menampilkan dekorasi etnik Bali, Papua, Nusa Tenggara, dan lain-lain bertujuan untuk mengenalkan siswa-siswi tentang kearifan budaya nusantara yang tanpa disadari sudah mulai ditinggalkan oleh generasi kids jaman now,” kata salah satu guru, Shofa.

Baca Juga:  Siswa SD Muhasa Hibur Ketua MPR di Jamuan Makan Malam

Sudah tidak dipungkiri lagi, lanjut Shofa,  banyak anak generasi milenia ini yang tidak tahu lagi mengenai baju-baju adat dari berbagai daerah di nusantara. Begitu juga dengan bentuk rumah adat daerah. “Anak generasi zaman now banyak yang tidak tahu, mereka lebih peduli HP-nya di mana daripada hal-hal seperti itu,” ujar dia.

Maka dari itu, kata dia, SD Muhammadiyah 1 Ngawi perlu memperkenalkan budaya kearifan nusantara ini pada siswa-siswi sehingga mereka akan mengerti dan tidak meninggalkan budaya nusantara. “Kalau bukan kita yang melestarikan budaya Indonesia siapa lagi? Tema kearifan nusantara akan menjadi tema SD Muhammadiyah 1 Ngawi tahun pelajaran 2018/2019,” pungkasnya. (shofa)