Suasana pagi di Kecamatan Plemahan, Kediri, berubah meriah dengan digelarnya Pawai Kemerdekaan yang diikuti ratusan siswa dari perguruan Aisyiyah Plemahan, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Sekitar 500 peserta ikut ambil bagian, lengkap dengan tujuh armada bus Tayo yang mengantar rombongan menyusuri rute pawai.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dari halaman SD ‘Aisyiyah 1 Plemahan. Rute perjalanan melintasi Desa Ngino, Sidowareg, hingga TPA, sebelum rombongan melanjutkan wisata edukasi ke Candi Tegowangi.
Di lokasi bersejarah itu, para siswa mendapat kesempatan belajar tentang sejarah candi, sekaligus menikmati kebersamaan lewat acara makan bersama. Pukul 11.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan penuh suka cita.
Pengamanan pawai mendapat dukungan penuh dari Polsek Plemahan. Sepanjang rute, aparat kepolisian turut mengawal peserta dan menjaga setiap titik belok demi kelancaran serta keamanan acara.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengawas SD Kecamatan Plemahan, Nuning Kumalasari, S.Pd., yang membuka pawai dengan pesan penuh makna.
“Untuk mengisi kemerdekaan, mari kita wujudkan dengan prestasi, semangat belajar, disiplin, dan selalu bersyukur atas kemerdekaan yang telah kita nikmati selama 80 tahun,” ujarnya.
Pimpinan Cabang Aisyiyah Plemahan, Nurul Hikmah, turut memberangkatkan peserta pawai secara simbolis. Dia mengaku terharu sekaligus bangga melihat semangat yang ditunjukkan siswa, guru, dan masyarakat dalam memeriahkan HUT RI.
Rasa bangga juga disampaikan Kepala SD Aisyiyah 1 Plemahan, Dewi Khusnul Khotimah, S.Pd.
“Luar biasa sekali, bangga dan senang karena bisa berkolaborasi dengan seluruh amal usaha Muhammadiyah di Kecamatan Plemahan,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kepala SMP ABS 1 Plemahan, Fathul Aziz, A.Md., yang menilai kegiatan ini membangkitkan antusiasme siswa.
“Kegiatan ini betul-betul menambah semangat siswa. Harapan kami, pawai seperti ini bisa diagendakan kembali tahun depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala TK ABA 1 Plemahan, Titik Ramiati, S.Pd., bersama Kepala TK ABA 3 Recosolo, Rijani, A.Md., menekankan bahwa pawai bukan sekadar perayaan tahunan.
“Ini lebih dari acara seremonial. Pawai juga menjadi syiar pendidikan Muhammadiyah di Plemahan sekaligus sarana mempererat ukhuwah antarwarga sekolah,” jelasnya.
Dengan mengusung tema kebersamaan dan semangat kemerdekaan, pawai ini bukan hanya meriah sebagai peringatan HUT RI ke-80, tetapi juga menjadi sarana edukasi, syiar, serta penguatan identitas kebangsaan bagi generasi muda.
Wajah penuh haru dan bangga para peserta menandakan bahwa semangat kemerdekaan terus menyala, dari masa ke masa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments