Search
Menu
Mode Gelap

7 Tahun Lansia Setaman Menghidupkan Ikhtiar Sehat dan Ketenangan Batin

7 Tahun Lansia Setaman Menghidupkan Ikhtiar Sehat dan Ketenangan Batin
Pengajian Lansia Setaman yang mnghadikan dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Pertemuan rutin Lansia Setaman (Sehat, Taqwa, Mandiri, dan Manfaat) pekan ini berlangsung berbeda dari biasanya. Selain pengajian dan pembinaan, para lansia mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari tim Puskesmas Jagir, sekaligus menggelar tasyakuran sederhana memperingati tujuh tahun perjalanan komunitas tersebut.

Sejak pagi, para anggota Lansia Setaman tampak antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan gula darah dan kolesterol.

Layanan ini diberikan sebagai upaya deteksi dini penyakit yang kerap dialami usia lanjut, sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kualitas hidup di masa senja.

Dalam kesempatan itu, dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes., Kepala Unit Kedokteran Islam Fakultas Kedokteran Umsura, hadir sebagai pembicara utama. Ia menekankan bahwa kesehatan lansia tidak cukup hanya dilihat dari kondisi fisik, tetapi juga harus ditopang dengan kekuatan spiritual.

“Menjaga tubuh tetap sehat penting, namun ketenangan batin dan kedekatan kepada Allah juga menjadi penopang utama agar usia senja dijalani dengan bahagia dan bermakna,” ujarnya di hadapan peserta.

Suasana kebersamaan semakin terasa saat tasyakuran tujuh tahun komunitas digelar secara sederhana.

Para anggota dan pembimbing membawa makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian dinikmati bersama. Momen tersebut menjadi bukti bahwa bersedekah tidak harus menunggu berkecukupan.

Di bawah bimbingan Majelis Kesejahteraan Sosial PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) Wonokromo, komunitas Lansia Setaman telah tumbuh dan dikenal luas sejak berdiri pada 11 Januari 2019. Tak sedikit anggota yang mengaku terkejut perjalanan komunitas ini mampu bertahan hingga tujuh tahun.

Yayuk, anggota yang sudah berusia 67 tahun, mengaku senang dan bahagia berada dalam komunitas Lansia Setaman. “Disini bukan pinter-pinteran ngaji, tapi kita semuanya belajar untuk terus menjadi baik. Momen pertemuan seminggu sekali ini juga selalu dirindukan kita semua,” tuturnya.

Begitu juga Suhartik (65 tahun) mengaku selalu menunggu materi kajiannya. Ia mempraktekan untuk rutin infaq subuh setelah mendapat pencerahan di kegiatan lansia ini

Pencetus Lansia Setaman, Luluk Humaidah, M.Pd., mengungkapkan rasa haru atas perkembangan komunitas yang berawal dari mimpi sederhana para lansia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dulu hanya ingin para lansia bisa mandiri, berkegiatan positif, dan belajar membaca Al-Qur’an. Sekarang kesadarannya berkembang, mereka ingin terus berbuat baik sesuai kemampuan masing-masing,” tutur Luluk.

Ia juga mengenang bagaimana sejak awal para pengurus PCA Wonokromo dan pimpinannya selalu urunan infaq untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, snack, hingga doorprize setiap pertemuan.

“Semua dilakukan agar mereka senang dan merasa nyaman berada di komunitas ini,” tambahnya.

Tujuh tahun perjalanan Lansia Setaman pun bukan tanpa tantangan. Menurut Luluk, tidak ada pemateri maupun pendamping yang menerima bayaran. Seluruh kegiatan dijalankan dengan semangat kerelawanan dan ketulusan.

Alhamdulillah, sambung Luluk, sejak tahun 2021, Seribu Senyum, badan amil zakat sebagai support sistem terbaik selalu mendukung dan terus menyalakan senyuman untuk seluruh anggota Lansia Setaman.

Kini, setiap pekan para lansia mendapatkan materi bergantian dari berbagai narasumber, mulai dari Kementerian Agama hingga tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

Kegiatan tersebut tak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa percaya diri para lansia.

Keberadaan Lansia Setaman menjadi contoh bahwa komunitas berbasis kepedulian sosial dan spiritual mampu menghadirkan ruang aman bagi para lanjut usia untuk tetap sehat, produktif, dan bermanfaat bagi sesama. (*)

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments