Jawab Instruksi Pimpinan Muhammadiyah Lebih Cepat, Sekolah Ini Kumpulkan Rp 9 Juta untuk Gempa dan Tsunami di Sulteng

131
Pasang Iklan Murah
Aksi teaterikal sebelum dilakukan penggalangan dana. (Ian Ianah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, agar warga dan simpatisan Muhammadiyah, serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) se-Jatim menggalang dana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), direspon lebih cepat oleh SD Muhammadiyah 2 Gresik.

Intruksi yang tertuang dalam surat bernomor 1136/INS/II.0/C/2018 tertanggal 29 September 2018 itu juga menyerukan agar takmir masjid Muhammadiyah se-Jatim bisa memberikan infak jamaah pada Jumat 5 Oktober 2018 untuk para korban bencana.

iklan

Menjawab instruksi itu, SD Muhamamdiyah 2 Gresik—atau yang populer dengan nama SD Muda Ceria— melakukan penggalangan dana di halaman sekolah, Kamis (4/10/18).

“Sengaja waktu penggalangan dana yang harusnya serentak dilakukan hari Jumat kami ajukan hari ini Kamis (4/10/18). Sebab di hari Jumat ada pengambilan raport hasil penilaian tengah semester (UTS)” jelas Abizar Purnama SS, Kepala Urusan Kurikulum SD Muda Ceria.

Empat kain hijau dibentangkan delapan siswa sebagai jaring penggalian dana. (Ian Ianah/PWMU.CO)

Dalam penggalangan dana itu, delapan anak bertugas membentangkan empat kain besar berwarna hijau sebagai alat untuk ‘menjaring’ infak. Maka para guru dan siswa, satu per satu memasukkan infak ke dalamnya.

Sebelumnya, dipentaskan aksi teaterikal yang menggambarkan saat terjadi gempa. Aksi ini diiringi dengan pembacaan puisi secara bergantian oleh dua siswa.

“Alhamdulillah pada penggalangan dana hari ini terkumpul uang sebesar Rp 9.827.500. Akan kami salurkan melalui Lazizmu,” terang Abizar Purnama.

Tsabita Maylaffayza, siswa kelas II SD Muda Ceria, bahagia bisa mengikuti acara penggalangan dana ini. “Karena bisa membatu saudara kita yang tertimpa gempa dan tsunami di Palu dan Donggola,” ujarnya mengemukakan alasan.

Dia mengaku minta uang pada bundaku untuk infak dalam penggalagan dana ini. “Kata bundaku aku disuruh ambil sisa uang sakuku yang masih banyak karena aku jarang jajan di sekolah, he-he-he…” ucapnya. (Ian Ianah)