Di Singapura Din Syamsuddin Sampaikan Masa Depan Agama

128
Hikmah Press
Prof Din Syamsuddin saat berpidaoto di International Conference on The Future of Faith. (Din for PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015 Prof Din Syamsuddin mengatakan agama memiliki masa depan yang baik, karena agama dapat menjadi penyelesai masalah peradaban dunia.

Pernyataan itu disampaikan Din dalam International Conference on The Future of Faith bertema “Religious Values in A Plural World”, di Singapura, Rabu (7/11-18), seperti keterangan tertulis yang disampaikan pada PWMU.CO, Kamis (8/11/18) pagi.

iklan

Konferensi yang diselenggarakan oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) dan Forum for Promoting Peace in Muslim Societies dari Abu Dhabi ini digelar dalam rangka 50 tahun MUIS.

Tak kurang 1000 peserta—baik Muslim dan non-Muslim—mengikuti konferensi dibuka oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Din Syamsuddin sendiri berbicara  sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI pada sesi tentang Building Robust Religious Institution, bersama Presiden MUIS Amb. Alami dan wakil dari Islamic Society of North America (ISNA) Dr Sanusi.

Menurut Din, walaupun agama menghadapi kritik dari kalangan atheis dan sekularis yang menuduh agama tidak mampu mengatasi masalah kemanusiaan, namun agama justru berperan efektif dan strategis dalam menanggulangi masalah-masalah peradaban sejak dari konflik hingga pemanasan global dan perubahan iklim.

Untuk itu Din berpesan agar agama ditampilkan pada dimensi kemanusiaan, karena memang sejatinya agama itu utk manusia dan kemanusiaan. “Inilah yang dalam perspektif Islam disebut sebagai rahmatan lil alamin,” ucapnya.

Din Syamsuddin (kiri) bersama peserta. (Don for PWMU.CO)

Pengajar Politik Islam Global di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyampaikan, keyakinan, nilai, dan norma agama harus dimanifestasikan ke dalam sistem perilaku dan budaya yang positif untuk menjawab problematika kemanusiaan.

“Namun, pranata keagamaan lunak ini memerlukan piranti keras yaitu organisasi sebagai intrumen pengarusutamaan etika agama untuk kemanusiaan dan peradaban,” jelasnya.

Din Syamsuddin yang pernah menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar-Agama dan Peradaban ini memiliki agenda yang padat di luar negeri. Sebelum ke Singapura, pekan lalu ia menghadiri konferensi di Doha, Qatar. Kemudian menerima Bintang Jasa dari Pemerintah Jepang, dan 9 November 2019 berangkat ke Moskow untuk menghadiri sidang sebagai anggota Aliansi Strategis Rusia-Dunia Islam.

Ikut hadir bersama Din Syamsuddin di Singapura Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof Syaiful Bakhri dan Faidal Bintang dari Cek & Ricek. (MN)