Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

8 Mahasiswa UMS Laksanakan KKN Pendidikan di Thailand

Iklan Landscape Smamda
8 Mahasiswa UMS Laksanakan KKN Pendidikan di Thailand
Mahasiswa UMS di lahan pertanian di Thailand. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Tak hanya mengabdi di tanah air, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kini menjejakkan kaki hingga mancanegara.

Delapan mahasiswa KKN Pendidikan UMS menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Thailand dengan membawa misi penguatan pendidikan dasar sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di lingkungan sekolah setempat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjalankan beberapa program kerja utama. Program pertama adalah senam mingguan dengan iringan lagu-lagu Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa sekaligus mengenalkan budaya Indonesia.

Program kedua berupa kegiatan outbound untuk siswa sekolah dasar yang dirancang secara edukatif dengan mengintegrasikan empat mata pelajaran, yaitu pendidikan agama Islam, bahasa Inggris, matematika, dan olahraga.

Kegiatan KKN ini dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), Dr. Miftakhul Huda, S.Pd, M.Pd.

Tim KKN sendiri diketuai oleh Flora dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dengan anggota Asyifa (PBI), Aprilliana (PBI), Nuha (PBI), Romy Adistia (Pendidikan Jasmani), Istiqomah (Pendidikan Jasmani), Nabila Dzaki Nafisah (Pendidikan Matematika), dan Vica Helzi (Pendidikan Matematika).

Flora menyebutkan, kegiatan lain yang dilaksanakan mahasiswa berupa program pelatihan mengajar, di mana mereka diberi kesempatan untuk mengajar langsung siswa sekolah dasar selama satu jam setiap harinya.

“Alhamdulillah siswa dan guru sangat antusias dalam program KKN kami, terlihat dari fasilitas dan kebebasan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan seluruh program kerja kami. Pihak sekolah juga sangat suportif dengan program yang kami laksanakan, seluruh guru dan pengurus sekolah sangat ramah dan selalu memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Flora, Senin (26/1/2026).

Potret siswa Santi Witya Serong School belajar pendidikan agama Islam di ruang kelas. Dok.Pribadi
Sementara itu, Nabila Dzaki Nafisah Dukungan mengungkapkan adanya sokongan penuh yang juga terlihat dari sikap guru dan pengurus sekolah yang ramah dan kooperatif.

“Meskipun terdapat perbedaan bahasa, pihak sekolah tetap berupaya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan pelaksanaan program KKN,” tuturnya.

Melalui kegiatan KKN ini, lanjutnya, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman berharga, terutama dalam hal mengajar dan berinteraksi dengan siswa internasional.

Di Yanyawit School, program yang telah terlaksana meliputi senam mingguan yang dilaksanakan setiap hari Jumat di lapangan sekolah serta pelatihan mengajar untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar.

Sementara itu, di Santi Witya Serong School, program yang telah berjalan adalah pelatihan mengajar di tingkat sekolah dasar. Adapun kegiatan outbound direncanakan akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Februari 2026.

Miftakhul Huda selaku DPL menyampaikan, KN ini memberikan perspektif baru dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap sistem dan praktik pendidikan di tingkat global.

“Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan serta berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan internasional,” kata dia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu