Sering Lupa Menaruh Kunci Itu Tanda Kepikunan, Inilah Tips Menghindarinya

112
Hikmah Press

Oleh: dr Tjatur Prijambodo

PWMU.CO-Meskipun tidak suka, kedatangan masa tua tidak bisa ditolak. Semua makhluk pasti menjalani masa itu. Mau tidak mau terimalah dengan perasaan senang walaupun kesehatan menurun. Salah satu yang ditakuti ketika menjadi tua adalah pikun. Sebab orang pikun hilang sudah semua kewibawaan dan kecerdasannya.

iklan

Kepikunan atau demensia merupakan keadaan yang meliputi perubahan jumlah, struktur, dan fungsi neuron (sel syaraf) di daerah tertentu dari otak. Penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Ada kemungkinan disebabkan oleh faktor usia, genetik, radikal bebas, gaya hidup.

Seseorang dikatakan pikun jika terdapat gangguan memori.  Ketidakmampuan untuk mempelajari atau mengingat kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya. Juga gangguan berbahasa, penurunan kemampuan beraktivitas, penurunan kemampuan mengenali sesuatu, gangguan dalam membuat rencana, mengatur sesuatu sehingga akhirnya sulit bergaul.

Gejalanya antara lain turunnya daya ingat, sulit melaksanakan kegiatan sederhana, kesulitan bicara dan berbahasa, disorientasi WTO (Waktu-Tempat-Orang). Juga sulit berhitung, salah meletakkan benda, penampilan buruk karena lupa cara berpakaian atau berhias, perubahan emosi dan perilaku, hilang minat dan inisiatif, cenderung menjadi pendiam, tak mau bergaul, dan menyendiri.

Banyak orang yang menganggap kepikunan itu hal yang biasa terjadi pada orang tua. Padahal anggapan seperti itu salah. Kepikunan bisa terjadi dan dialami oleh siapa saja. Baik yang sudah tua maupun yang masih muda.

Kepikunan terjadi karena adanya sel-sel dalam otak yang terganggu atau mati, sehingga otak tidak bisa bekerja dengan baik. Bayangkan, jika kita baru berumur 40 tahun dan mengalami hal ini. Di saat akan berangkat kerja, mencari-cari dompet. Padahal sudah di saku celana.

Lupa menaruh kunci motor, meskipun tangannya memegang kunci itu. Merasa belum makan padahal sudah menghabiskan tiga piring. Itu semua tanda-tanda orang mulai memasuki masa kepikunan.

Tapi jangan kuatir! Kepikunan masih dapat dicegah. Cara medis dan menjaga pola hidup sehat. Tapi perlu diingat, mencegah dan mengatasi kepikunan tidaklah mudah. Perlu keseriusan untuk melakukannya. Berikut tips mencegah kepikunan.

Pertama, aktifkan otak dengan membaca.

Membaca bisa mengaktifkan otak untuk berpikir. Membangkitkan semangat untuk tahu. Bisa mengawali degan membaca berita PWMU.CO. Gaya bahasa dan penyampaian berita yang dikemas menarik mendorong minat baca. Kemudian dilanjutkan dengan membaca berbagai buku yang bermanfaat. Membaca Alquran secara rutin dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi kerja otak karena secara spiritual, Alquran merupakan kumpulan wahyu yang sempurna. Membaca dan mendengarkan bisa menenangkan jiwa. Meningkatkan keyakinan dan menyeimbangkan hidup manusia. Energi positif dari ayat-ayat Allah swt dapat menjadi nutrisi otak yang paling berharga.

Kedua, menulis.

Menulis ekspresif maupun menulis kronologis seperti membuat catatan atau biografi merupakan aktivitas yang mengoptimalkan kerja otak.

Kegiatan ini sangat membantu dan sangat berharga. Ketika menulis, otak kiri dan kanan ikut bekerja. Dengan demikian keseimbangan fungsi otak tetap terjaga dan daya ingat kita terasah untuk mengolah ide menjadi kata dan bahasa yang dituangkan dalam kalimat.

Berbahagialah mereka yang bisa menulis dengan baik dan enak dibaca. Lebih berbahagia lagi orang yang mampu mengajari cara menulis dengan baik dan renyah bahasanya.

Ketiga, rekreasi.

Rekreasi merupakan relaksasi otak dari kepenatan. Rekreasi bisa berkunjung ke tempat menyenangkan. Seperti gunung, pantai, atau arena bermain. Bisa juga melakukan hobi sehingga membuat otak rileks. Perasaan suka dan bahagia yang dirasakan ketika rekreasi ini menstimulasi kerja otak menjadikan pikiran segar. Tidak mumet.

Mengikuti kegiatan sosial termasuk rekreasi yang menggembirakan. SEbab bergaul dengan banyak orang. Memperbanyak teman dan jaringan. Mendapat informasi. Ini membuka cakrawala wawasan dan pengalaman pikiran.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa ngobrol intelektual mampu meningkatkan daya ingat seseorang. Sedangkan ngobrol curhat bisa melepaskan beban pikiran seseorang. Dengan bersosialisasi banyak hal yang bisa didapat otak untuk diteruskan ke dalam jaringan kerja otak. Sekaligus melatih daya tahan mental kita terhadap pengaruh lingkungan sosial. Berbahagialah mereka yang selalu berkegiatan.

Cara lain menghindari kepikunan dengan menjaga pola hidup yang sehat, istirahat teratur dan rutin berolahraga. (*)

dr Tjatur Prijambodo

Penulis adalah direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo.