Inilah Konsep Islam Mengentaskan Kemiskinan

184
Pasang Iklan Murah

PWMU.CO-Mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Surabaya Sunarko MSi dalam pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh PCM Kenjeran di Masjid Al Amin Jl Platuk Surabaya, Ahad (16/12/18).

iklan

Menurut Sunarko, Islam bukanlah agama yang menyucikan kemiskinan. “Islam menolak pendirian golongan jabariyah atau kaum fatalis yang menyatakan bahwa kemiskinan merupakan takdir Tuhan yang tidak membutuhkan obat atau dokter untuk penyembuhan,” ujarnya.

Islam juga menolak pendirian golongan roksumaliyah atau kaum kapitalis yang menyatakan bahwa kemiskinan merupakan takdir Allah yang penanggulangannyapun merupakan tanggung jawab si miskin itu sendiri.

Islam itu, sambungnya, justru menganggap kekayaan merupakan nikmat dan karunia dari Allah yang patut disyukuri.

“Karenanya mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Kuat tidak hanya dari sisi iman, akidah tetapi juga kuat dari sisi bisnis, politik, ekonomi dan sebagainya,” tandasnya.

Bahkan hadits-hadits nabi menjelaskan, kemiskinan sampai merusak iman dan akidah seseorang. Bagaimana kemiskinan sudah bisa merusak etika dan moral seseorang dalam ruang lingkup kehidupan berkeluarga, kehidupan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kasi Rehabilitasi Anak dan Lanjut Usia Dinas Sosial Kota Surabaya itu menekankan, banyak di antara saudara kita yang diuji oleh Allah berupa kemiskinan. Lebih-lebih tidak dibentengi dengan iman. Lalu ada yang    mengambil jalan pintas.

“Ada yang mencuri, menjambret, menjarah milik orang lain bahkan       menjual bayinya, suami  tega menjual istrinya,” ujarnya.

Konsepsi Islam dalam pengentasan kemiskinan, kata dia, pertama, dengan bekerja. “Konsep Alquran mengajarkan kepada umat Islam untuk bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas,” katanya.

Konsep yang kedua, katanya, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Umat Islam harus pintar, cerdas dalam berbagai ilmu pengetahuan dan menguasai  teknologi karena Alquran mengajarkan, Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat seperti dalam surat Al Mujadalah ayat 11 itu,” tambah pria kelahiran Banyuwangi ini.

Ketiga, kata dia, konsep dengan gerakan zakat, infak dan sedekah. “Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat At Taubah ayat 103 yakni ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui,” ujarnya sambil membacakan ayat itu.

Keempat, yang terakhir, konsep peningkatan iman dan takwa. “Firman Allah, sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan,” ucapnya. (habibie)