Waspada Bencana, Karyawan Sekolah Ini Dilatih PMK

54
Hikmah Press
Latihan pemadaman kebakaran oleh karyawan Majelis Didasmen PCM GKB.

PWMU.CO-Liburan sekolah tak membuat aktivitas karyawan Majelis Dikdasmen PCM Gresik Kota Baru ikut berhenti. Petugas keamanan dan pramubakti, sebutan untuk petugas kebersihan, mengikuti latihan pemadaman kebakaran (PMK).

Latihan kali ini baru tahap meningkatkan keahlian dan kemampuan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Acara berlangsung di halaman sekolah Muhammadiyah GKB, Senin (17/12/2018).

iklan

Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB Nanang Sutedja SE MM  mengatakan, pelatihan ini untuk antisipasi jika kebakaran terjadi. Sebab kejadian kebakaran tidak dapat diprediksi bisa terjadi kapan saja. Termasuk di sekolah.

”Pelatihan ini mendidik kesadaran tinggi pegawai dan pengelola sarana. Jika terjadi ancaman kebakaran dapat dilokalisasi dan diatasi. Penggunaan alat pemadam api ringan harus digunakan tepat guna,” katanya.

Unit Keselamatan dan Kesehatan (K2S) memberikan tajuk pelatihan pemadaman APAR ini dengan tema  Emergency Response Programme. Bukan hanya karyawan saja yang dihadirkan tetapi seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang umum.

Dia menuturkan, pelatihan ini tidak berhenti di sini, tetapi berjenjang ke tingkat bahaya berikutnya. Termasuk pelatihan evakuasi gedung bertingkat.

Menurut Nanang, dengan pelatihan keselamatan dan kesehatan pengelola sarana mampu mengetahui kondisi dan tindakan pencegahan kebakaran di area sekolah.

Pelatihan penggunaan APAR dipandu oleh Tim Muhammadiyah  Disaster Management Center (MDMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Ada tiga materi pokok yang diajarkan. Pertama, bencana dan jenis-jenis APAR. Kedua, rool play prosedur penangganan kebakaran. Terakhir, simulasi dan praktik pemadaman api menggunakan APAR.

Ketua MDMC Gresik Dany Sutedja SKep menerangkan, tiga pokok yang harus kita lakukan untuk pencegahan kebakaran,  pertama, fire prevention (pencegahan). Kedua, fire prevention (pemadaman). Ketiga, fire evacuation (penyelamatan). “Bencana itu tidak ada yang menarik karena itu harus kita cegah,” tuturnya. (Arif Fahrudin Insani)