Ketika Calon Anggota DPD RI Ini Bertemu ‘Orangtua Asuh’ di Bangil

635
Pasang Iklan Murah
Nadjib Hamid (dua dari kanan) bersama H Ridwan Masduqie (baju putih). (Uzlifah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menghadiri tiga agenda di daerah Pasuruan (8/1/19), Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PWM) Jawa Timur, Nadjib Hamid MSi mengemukakan pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat. Menurutnya, itu membutuhkan peran besar para pimpinan Muhammadiyah di semua level.

iklan

Saat menghadiri dua agenda di Bangil dan satu di Kota Pasuruan, Nadjib berbicara terkait pentingnya kecerdasan masyarakat di momentum politik seperti saat ini. “Agar nanti tidak ada yang salah pilih pemimpin lagi. Pemimpin dalam hal ini tidak hanya presiden dan wakilnya, tapi juga para anggota dewan dan juga DPD,” ungkap Nadjib.

Mengutip Alquran surat Almaidah ayat 51, dia mengajak semua yang hadir untuk benar-benar mengindahkan peringatan Allah tersebut. “Momentum tahun politik ini mari kita bersama satu gerakan jamaah untuk benar-benar berikhtiar memperbaiki nasib umat dan kondisi bangsa dengan memilih pemimpin yang seperti anjuran Allah, pemimpin seiman yang mempunyai sifat sidiq, tabligh, amanah dan fathanah.”

Menurut Nadjibm ini bukan persoalan kalah menang atau jadi tidak jadi. “Tapi ini juga momentum uji loyalitas semua kader untuk menggiatkan semua level pimpinan agar bisa mengawal dan mengawasi proses pembangunan bangsa di semua titik,” sambungnya.

Calon DPD Nomor 41 Dapil Jawa Timur itu juga menyampaikan hal tersebut di pengajian Pimpinan Cabang Aisyiyah Bangil tepatnya di Jalan Ikan Tongkol, kediaman H Ridwan Masduqie. Pada kesempatan itu Nadjib juga memberi motivasi pada sekitar 500 ibu-ibu Aisyiyah yang hadir agar kegiatan pengajian terus digerakkan. “Ini luar biasa semangat ibu-ibu. Saya berharap pengajian seperti ini terus digerakkan jangan seperti di Surabaya,” ujarnya sembari menceritakan kondisi daerah Tunjungan Surabaya.

Menurut pria yang tinggal di Surabaya tersebut akibat alih kepemilikan lahan sudah tidak lagi dijumpai masyarakat yang guyup dan rajin pengajian bareng di rumah-rumah. “Sekarang ini di sana tidak saya jumpai lagi pengajian di rumah-rumah warga seperti dulu, tapi yang terlihat hanya lalu lalang orang bermata sipit,” tutur Nadjib yang disambut senyum hadirin.

Antusiame jamaah sangat luar biasa. Rumah kediaman H Ridwan yang begitu luas masih tidak bisa menampung, sehingga banyak ibu-ibu yang duduk di atas rerumputan halaman rumah. Meskipun begitu jamaah terlihat fokus sekali menyimak setiap kata yang disampaikan mantan Komisioner KPU Jatim ini.

Selain mendapat wawasan dari penceramah semua jamaah juga mendapatkan hadiah buku dari keluarga H Ridwan, pria berusia 88 tahun yang memiliki kedekatan dengan Nadjib Hamid. “Pak Ridwan ini seperti orangtua saya. Dulu selama saya nyantri di Bangil beliaulah yang ngragati (membantu) saya dalam banyak hal,” ujar Nadjib.

Setelah berbincang santai dengan H Ridwan usai pengajian, Nadjib melanjutkan perjalanan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pasuruan. (Uzlifah)