Prof Zainuddin Maliki: Kenapa di Luar Negeri Demo Cukup dengan Tulisan, tapi di Indonesia Bawa Truk Besar?

226
Pasang Iklan Murah
Zainuddin Maliki mendapat hadiah lukisan Doodle Art dari salah satu siswa Mimdaka. (Musyrifah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof Dr Zainuddin Maliki MSi berkesempatan memberikan Kajian Umum dan Launching Perpustakaan “Taman Ilmu Mimdaka” di MI Muhammadiyah 2 Karangrejo Manyar Gresik, Sabtu (9/2/19) malam.

Acara yang dihadiri oleh seluruh anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Karangrejo serta wali siswa Mimdaka—sebutan lain MI Muhammadiyah 2 Karangrejo—itu berjalan sukses.

iklan

Menjadi pemateri tunggal, Zainuddin memberi apresiasi kepada Kepala Mimdaka Tineke Wulandari ST yang telah berinovasi dengan memperbaiki dan memprioritaskan perpustakaan. Menurutnya perpustakaan sangat penting, “Tanda sekolah itu maju, perpustakaannya bagus,” ujarnya.

Caleg DPR RI dari PAN Dapil Gresik- Lamongan nomor 2 itu menjelaskan, Indonesia sudah merdeka tetapi masih nomor 2 dari bawah soal kesukaan membacanya. “Mengapa Indonesia tidak suka membaca?” tanyanya.

Orang luar negeri kalau demo cukup dengan tulisan—bagian dari tradisi membaca. “Kalau di Indonesia demo harus bawa mobil-mobil besar, truk-truk besar, dengan teriak-teriak. Baru diperhatikan. Bahkan ada yang tidak diperhatikan sama sekali. Artinya menulis dan membaca pun penting. Dengan menulis kita akan diperhatikan,” ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya dua periode ini.

Zainuddin mengimbau seluruh sekolah dan lapisan masyarakat agar melakukan perubahan dengan mempunyai perpustakaan. “Karakter suka membaca dan menulis harus kita tanamkan sejak kecil, Kita patut sedih, sekarang yang ramai bukan toko buku, tapi toko-toko yang lain, warung-warung kopi,” ungkapnya .

Untuk memperkaya imajinasi, sambungnya, anak-anak harus sering diajak jalan-jalan. Karena membaca bagaikan rekreasi dan membaca itu menyenangkan. “Mari kita kaya imajinasi dengan melihat dan membaca,” paparnya.

Zainuddin menutup kajian dengan dua pesan. Pertama agar kita semua mendukung usaha dan langkah-langkah Mimdaka untuk membesarkan sekolah ini dengan perpustakaan yang baik. “Buat perpustakaan ini bermanfaat, cerdaskan anak dengan perpustakaan,” pesannya. “Agar anak-anak kita jadi pemimpin masa depan.”

Kedua, jadilah guru di rumah bagi anak-anak kita. “Jangan cukup hanya menjadi orangtua,” pesannya. (Musyrifah)