Asyiknya Mengajar di Songkla, seperti Diceritakan Gadis dari Balongpanggang Ini

460
Pasang Iklan Murah
Zumrotin saat mengajar Biologi di SD Miftahuddeen School Songkla.

PWMU.CO-Mendapatkan pengalaman mengajar di sekolah luar negeri jarang terjadi. Meskipun kawasan Asia Tenggara. Bersyukurlah Zumrotin Firdaus, mahasiswa Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya mendapatkan kesempatan itu.

Dia mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) di Thailand selama empat bulan. Mulai 12 November 2018 -12 Februari 2019. Dia diserahi mengajar Matematika siswa SD dan TK di Miftahuddeen School, Distrik Nathawee, Songkhla. Ini kawasan selatan yang mayoritas muslim Melayu.

iklan

Program tersebut kerja sama UMSurabaya dengan PISA (Program for International Student Assesment) Thailand. Program ini memfasilitasi seorang mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman mengajar di Negeri Gajah Putih itu.

”Alhamdulillaah saya mendapatkan rekomendasi dari dosen dan Kepala Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk mengikuti program ini,” katanya. ”Tetap ada seleksi dan syaratnya. Lulus TOEFL. Alhamdulillah saya lulus,” ungkapnya.

Di sekolah Thailand itu, Zumrotin meninggalkan kesan bagus bagi rekan kerja dan juga murid-muridnya. Dia menarapkan metode mengajar baru dan sifatnyanya yang menyenangkan.

”Sebagai guru pamong, saya terkesan dengan Bu Zumrotin. Metode mengajarnya benar-benar baru dan belum banyak digunakan di Thailand, sehingga menarik bagi siswa dan pengetahuan baru bagi guru lainnya,” kata guru Fatimah Sarackleck.

Sedangkan Wichawarine Dohl A, murid kelas 4 SD terkesan dengan kepribadian gadis asal Balongpanggang ini. ”Saya sangat senang sekali saat beliau mengajar. Beliau seperti teman dan orang tua saya sendiri saat di sekolah,” kata alumnus SMAM 1 Gresik lulusan 2015.

Zumrotin sangat bersyukur bisa meninggalkan hal yang baik di negeri orang. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya. , hingga ia bisa seperti ini, termasuk SMA Muhammadiyah 1 Gresik dan UM Surabaya.

Menurutnya, almamater SMAM 1 dan UMSurabaya berperan penting dalam kehidupannya. Almamaternya memberikan pelajaran awal agar berpikir lebih luas. ”Smamsatu ini tidak hanya mengajarkan tentang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter,” ujarnya.

UMSurabaya, sambungnya, makin memberikan mengembangkan bakatnya. ”Saya bisa seperti sekarang berkat bantuan dosen-dosen yang sangat luar biasa,” katanya. (M. Ali Safaat)