Di tengah kesibukan musim panen, semangat berorganisasi ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Payaman tidak surut. Sekitar 200 anggota dan pimpinan memadati Rumah Tahfidz untuk mengikuti Musyawarah Pimpinan Ranting I (Musypimran I) pada Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk evaluasi tengah periode sekaligus menyusun langkah strategis dakwah ke depan.
Apresiasi di Tengah Musim Panen
Ketua PRA Payaman, Indah Yatin, membuka acara dengan apresiasi tinggi kepada para peserta. Ia menyadari bahwa kehadiran ratusan anggota ini merupakan bentuk komitmen yang luar biasa, mengingat banyak dari mereka yang sedang disibukkan dengan aktivitas pertanian.
“Terima kasih atas kehadiran ibu-ibu semua di tengah kesibukan, terutama yang saat ini sedang masa panen dan persiapan menanam kembali. Kehadiran ini adalah bukti cinta kita pada organisasi,” ujar Indah.
Musyawarah sebagai Napas Organisasi
Dalam kesempatan yang sama, ketua PCA Solokuro Siti Mukholifah, S.Ag. memberikan sambutan yang menekankan pentingnya musyawarah sebagai landasan Islam, mengutip QS. Asy-Syura ayat 38.
Ia menegaskan bahwa Musypimran bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi, konsolidasi, dan perumusan langkah-langkah dakwah ke depan untuk memperkuat peran perempuan Islam berkemajuan di Payaman.
Ada empat poin utama yang menjadi fokus dalam Musypimran kali ini:
1. Evaluasi capaian program kerja.
2. Identifikasi tantangan dan peluang dakwah di lingkungan lokal Payaman.
3. Perumusan program prioritas yang realistis, terukur dan berdampak luas.
4. Penguatan sinergi dan soliditas antar pimpinan.
Capaian Memuaskan: 90% Program Terlaksana
Laporan pelaksanaan program yang disampaikan oleh jajaran pimpinan harian dan ketua majelis & Lembaga membawa kabar menggembirakan. Alhamdulillah, sebanyak 90% dari program yang direncanakan di awal periode telah sukses dijalankan.

Keberhasilan ini menjadi dasar bagi sidang komisi untuk lebih berani dalam merancang program tambahan untuk sisa periode ke depan. Fokus ke depan akan diarahkan pada program yang menyentuh kebutuhan nyata umat, seperti penguatan keluarga sakinah dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
“Kita butuh program yang tidak hanya administratif, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Siti Mukholifah dalam pesan penutupnya.






0 Tanggapan
Empty Comments