
PWMU.CO – Pisau kalau yang memegang koki maka akan menjadikan makanan enak. Tapi kalau yang memegang orang jahat maka pisau itu bisa melukai diri sendiri bahkan orang lain.
Pernyataan itu disampaikan praktisi teknologi informasi (IT) Nanang Arif Setiawan dalam kegiatan Orang Tua Mengajar di SMP Muhammadiyah 12 GKB. Jumat (15/3/19).
Orangtua siswa kelas IX Karina Azka Az Zahra itu menggunakan simbol pisau untuk menggambarkan dua mata IT: sangat bermanfaat sekaligus bisa mencelakakan, tergantung di tangan siapa perangkat IT itu dipegang. Karena itu Nanang meminta generasi milenial agar bijak dalam menggunakan sarana IT.
“Bijak dalam hal ini adalah menggunakan sarana IT untuk hal-hal yang positif, tidak untuk menyerang teman melalui cuitan di sosmed, menggunakan pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan, mengubah dan menyesuaikan cara belajar sesuai perkembangan IT, juga alat meningkatkan kualitas diri,” terangnya.
Teknologi, sambungnya, jangan dianggap sebuah ancaman, melainkan alat bantu bagi manusia untuk meningkatkan kualitas diri.
Nanang melanjutkan, IT tidak hanya berdampak positif, namun IT—dalam hal ini gadget—juga memiliki dampak negatif bagi siswa. Antara lain, meningkatkan individualisme sehingga menumbuhkan rasa malas bersosialisasi, banyaknya konten hoax, dan pornografi. “Gadget juga bisa menurunkan prestasi belajar siswa dikarenakan banyak bermain game atau sosmed lainnya,” terangnya.
Sisi lain IT, adalah banyak mengurangi tenaga kerja seperti profesi teller bank. “Salah satu yang akan terjadi di masa yang akan datang,” ucap dia.
Salah satu yang unik dari acara Orang Tua Mengajar, moderatornya adalah sang anak, kali ini adaah Karina Azka Azhara. Nanang merasa sangat senang karena bisa menyampaikan materi didampingi langsung oleh putrinya.
Nanang juga memberikan apresiasi kepada peserta yang mampu mejawab pertanyaan yang diberikan berupa flashdisk. (Nugra Heny)