Siswa Spemdalas Juara Taekwondo Ini Justru Senang Lawannya Berpostur Lebih Tinggi

98
Pasang Iklan Murah
Azizy Dzikrullah Sya’ban Muhammad Purwono. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bagi Azizy Dzikrullah Sya’ban Muhammad Purwono—siswa kelas VII SMPM 12 GKB (Spemdalas) Gresik—kunci keberhasilannya merih medali perak di Kejuaraan Taekwondo Tingkat Provinsi Jawa Timur di Pasuruan, Kamis-Ahad (28-31/3/19), adalah berkat menjalankan strategi pelatih secara jitu.

Azizy, sapaannya, mengak, pada kejuaraan yang kali pertama dia ikuti ini tidak ada beban sama sekali. Hanya motivasi bertanding yang terbaik dan jalankan instruksi pelatih dengan tepat.

iklan

“Ini adalah kejuaraan pertama selama berlatih delapan bulan di Semen Taekwondo Academi (Sintac). Tidak ada beban sama sekali. Malah saran ayah, ikut kejuaraan adalah salah satu cara untuk memiliki semangat latihan,” ungkapnya saat diwawancarai PWMU.CO, di sela jam istirahat, Selasa (2/4/19).

Cowok yang bercita-cita jadi dokter hewan ini pun menuturkan resep kemenangannya di setiap pertandingan yaitu menjalankan strategi sang pelatih.

Caranya adalah melihat lawan sebelum bertanding. “Kalau lawan lebih tinggi harus berani mendekat dan sering melakukan tendangan ke arah perut. Sebaliknya, kalau lawan lebih pendek, maka ambil jarak dan melakukan tendangan ke kepala dengan cepat,” ungkapnya.

Dia mengaku dua kali menang di babak penyisihan dengan lawan yang lebih tinggi darinya. “Ini yang saya suka. Saya terus merangsek, dekati lawan, dan siap-siap melakukan tendangan ke arah perut kalau ada kesempatan,” tuturnya.

Dengan tunggi badan yang cuma 140 cm, cowok penyuka kucing ini terlihat sangat percaya diri. Baginya, tidak ada ada rasa takut sedikit pun ketika berhadapan dengan lawan. Malah, dia sangat termotivasi oleh prestasi adiknya yang masih duduk di bangku kelas III karena sukses mendapatkan tiga medali emas.

“Kakak juga mengoleksi prestasi di Taekwondo. Malahan, adik saya sudah menggondol tiga medali emas. Maka, saya pun harus bisa seperti dia (adiknya),” tegasnya.

Selain menjalankan instruksi dengan tepat, Azizy pun terus mengingat nasihat pelatih, baik saat latihan maupun saat berbertanding.

“Pelatih sangat melarang mengejek lawan saat latihan, apalagi saat bertanding di setiap kejuaraan. Kalau kita mengejek lawan, bisa dipastikan kita akan kalah. Tetap fokus dan semangat, itu kuncinya,” ucapnya. (Ichwan Arif)