Refleksi Milad Ke-105 Aisyiyah, Jatim Punya 468 Cabang dan 2.043 Ranting

96
Pasang Iklan Murah
Siti Dalillah Candrawati. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Dra Siti Dalillah Candrawati MA mengatakan peran pemberdayaan, pembelaan, serta perlindungan terhadap kaum perempuan dan anak-anak harus tetap istiqamah digerakkan oleh Aisyiyah di usianya ke-105 tahun ini.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Refleksi Milad Ke-105 Aisyiyah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan rumah pemberdayaan Aisyiyah Training Center (ATC) Nyai Walida di Lapangan Balai Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/4/19).

iklan

Bu Candra—sapaannya—menyampaikan, keberadaan Aisyiyah saat ini telah merata di 38 kabupaten/kota se-Jatim. “Kita punya 468 Cabang Aisyiyah dan 2.043 Ranting Aisyiyah se-Jatim,” katanya di hadapan ratusan pimpinan dan warga Aisyiyah se-Jatim. 

Ia melanjutkan, Aisyiyah Jatim juga memiliki banyak kelompok pengajian, mushsla, tim perawatan jenazah, PAUD, Madin, TPQ, sekolah dasar, panti asuhan, rumah sakit, LKBH, koperasi dan Majalah Walidah.

“Nah, pada tahun 2019 ini Aisyiyah Jatim mulai membangun rumah pemberdayaan ATC Nyai Walida. Semoga pembangunan cepat bisa selesai dengan dukungan dan partisipasi dari semua pihak. Termasuk dari Wakil Gubernur Jatim Emil Elastianto Dardak,” paparnya.

Menurut dia, kiprah Aisyiyah di berbagai bidang tersebut merupakan bukti bahwa Aisyiyah adalah benar-benar gerakan dakwah amar makruf nahi munkar. Sebaliknya, Aisyiyah bukan menjadi organisasi sekedar papan nama.

“Inilah syiar Islam yang telah digaungkan oleh Aisyiyah se-Jatim, sebagai wujud dari gerakan perempuan Islam berkemajuan. Utamanya membebaskan kaum perempuan dan anak-anak dari keterbelakangan,” tuturnya.

Sementara, menyongsong makin dekatnya waktu pencoblosan Pemilu, yakni pada tanggal 17 April 2019, Bu Candra menyerukan, agar kader Aisyiyah se-Jatim aktif memberikan pendidikan politik pada umat dan masyarakat luas.

Tak kalah pentingnya adalah bisa menggunakan hak pilih dengan cerdas dan bermartabat. “Sebagai bagian dari Jihad Politik Persyarikatan, maka pilihlah pemimpin yang baik akhlaknya dan peduli terhadap kemajuan serta nasib rakyatnya,” ungkapnya. (Aan)