Akhirnya Nasyiah Suci Berdiri, Ini Ketuanya, Dilaunching 21 April

172
Hikmah Press
Titik Sulistyowati memberikan sambutan. (Ambar/PWMU.CO)

PWMU.CO -Majelis Kader Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Suci, Manyar, Gresik menggelar acara Silaturahim Kader Nasyiah, di Playgroup Cahaya Aisyiyah, Pondok Permata Suci (PPS), Gresik, Sabtu (13/4/19) pukul 13.00 WIB.

Acara yang dihadiri 25 kader Nasyiah—sebutan Nasyiatl Aisyiyah—yang berdomisili di Desa Suci ini dalam rangka pendirian Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Suci.

Ketua Majelis Kader PRA Suci Siti Mariyanti mengatakan, dia sengaja tidak memakai istilah musyawarah ranting (musyran)—istilah permusyawaratan di tingkat ranting sebagaimana ada di AD/ART Nasyiatul Aisyiyah.

“Kami ingin mengenalkan bahwa ikut Nasyiah itu dengan gembira. Biar tidak terkesan resmi seperti halnya musyawarah yang dilakukan Nasyiah di tingkat atasnya,” ujar Tiwi, panggilannya.

iklan

Dia menjelaskan, meski demikian tetap melampirkan beberapa administrasi pelengkap seperti susunan pengurus, berita acara, dan program kerja, untuk pengajuan SK (surat keputusan) ke pimpinan Nasyiah di level atasnya.

Wakil Ketua PRA Suci Titik Sulistyowati dalam sambutan di acara itu berharap terbentuknya PRNA nanti bisa berkelanjutan. “Netelah terbentuk PRNA nanti tidaklah berhenti sampai di sini tapi jalankan amanah organisasi sesuai program kerja yang telah disepakati,” ujarnya.

Titik berpesan agar PRNA yang terpilih tetap bisa membagi waktu antara tugas di tempat kerja dan tugas di rumah. “Bagi ibu rumah tangga jadilah ibu rumah tangga yang berwawasan luas,” pesanya.

Dalam sesi perkenalan, seorang peserta: Wiwik Ermawati, mengaku jika dulu pernah aktif di organisasi. “Sudah 17 tahun saya vakum tidak aktif dalam organisasi. Saat nerima undangan ini hati saya tergerak kangen da lama gak ikutan organisasi,” kata perempuan asli Panceng Gresik ini.

Setelah dilakukan pemilihan, maka terbentuk tujuh anggota formatur dengan perolehan suara sebagai berikut: Yeni Oktafiria (17 suara), Wiwik Ermawati (16), Hajar Kholifah (12), Veronika Ellyas Atha (12), Esti Darmawati (11), Fitriana Syafa’ati (11), Nugra Heny Apriliah (10).

Ketujuh anggota formatur itu kemudian bermusyawarah yang akhirnya menetapkan Esti Darmawati sebagai Ketua PRNA Suci.

“Mohon bimbingan dan arahannya karena kami masih belajar dalam berorganisasi,” Esti usai terpilih. Dia mengatakan, launching (diluncurkan)PRNA Suci akan dilaksanakan tanggal 21 April 2019 bertepatan dengan agenda Raker Tengah Periode PRA Suci, sekalius berbarengan dengan peringatan Hari Kartini.

Selamat, semoga amanah! (SM)

Rapat formatur untuk memilih Ketua PRNA Suci (Ambar/PWMU.CO)