
PWMU.CO – Penderitaan yang dialami bangsa Palestina sungguh luar biasa. Bayangkan, ketika kita di sini memulai ibadah puasa 1 Ramadhan 1440 H dengan suasana hikmat, di sana saudara-saudara kita di Gaza Palestina justru dihujani 628 rudal oleh zionis Israel yang meluluhlantakkan bangunan dan menimbulkan banyak korban jiwa, seperti yang sudah diberitakan oleh berbagai stasiun televisi.
“Di Palestina semua kemungkinan bisa terjadi. Sering terjadi, saat makan sahur masih berkumpul bersama keluarga ada bapak, ibu, anak-anak dan saudara-saudara, tapi saat sore mereka sudah menikmati berbuka di surga, alias syahid.”
Kisah di atas disampaikan Syeikh Yahya Mohammad Al Shafei yang diterjemahkan Muhammad Bagus Seto, dari Lazismu Kantor Layanan (KLL) Ranting Gumeno, Manyar, Gresik dalam rangkaian Safari Dakwah Imam Palestina bertajuk “Ramadhan 1440 Hijriiah Mencerahkan” yang digelar Lazismu di Masjid Faqih Oesman Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Sabtu (11/5/19).
Pada bagian lain Syeikh Yahya bercerita tentang masjid Al Aqsha dan tanah di sekelilingnya yang diberkahi oleh Allah, seraya melantunkan Surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi: Subhanalladzi asra bi’abdihi lailam minal Masjidil Harami ilal Masjidil Aqsha… hingga akhir ayat.
Bukan hanya Masjid Alqsha, d Palestina juga terdapat makam nabi-nabi seperti Nabi Ibrahim dan istrinya Sarah, Nabi Ishaq dan Nabi Yakub. Menurut dia, makam Nabi Ibrahim ada di komplek Masjid Ibrahimi, yang pada tahun 1995 diserang tentara Israel sehingga menewaskan 17 orang warga Palestina.
Tidak itu saja, hampir setiap hari Israel melakukan penghancuran-penghancuran bangunan kantor, pemukiman bahkan masjid sekalipun dihujani rudal Israel. Termasuk aksi pembunuhan warga Palestina yang tidak pernah berhenti setiap saat.
“Hal itu dilakukan oleh Israel tidak lain karena ingin menghapus Palestina dari peta dunia dan ingin menguasai tanah Palestina,” ujarnya.
Syeikh Yahya menyampaikan bahwa Palestina (Yerussalem) memiliki sejarah panjang. “Dulu pernah dikuasai Romawi selama 600 tahun, kemudian dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab. Setelah itu dikuasai oleh pasukan Kristen sampai akhirnya dibebaskan oleh Salahuddin Al-Ayyubi. Kini tanah Palestina dikuasai oleh Israel,” ungkap dia.
Bangsa Palestina saat ini berjuang sekuat tenaga dengan harta, darah, dan nyawa melawan penjajahan Israel. “Bukan untuk bangsa Palestina semata, tetapi untuk menjaga kehormatan kaum Muslimin, karena di dalamnya terdapat Alquds, Kota Suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah,” urainya.

Kisah Syeikh Yahya menggugah jamaah Tarawih Masjid Faqih Oesman UMG untuk berlomba-lomba memberikan infak terbaiknya bagi saudara-saudara di Palestina melalui pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron Palestina.
Hasil perolehan donasi malam itu mencapai hampir 100 juta. Terdiri dari uang tunai Rp 69.826.900, 120 US Dollar, 590 Riyal Saudi, dan emas lantakan 24 karat dengan berat 16,19 gram senilai Rp 9.228.000 yang disertai surat tanda pembeliannya.
“Termasuk jamaah yang mengisi formulir komitmen untuk transfer, ada yang 10 juta dan 5 juta. Sehingga total sekitar Rp 98 juta,” kata Abdul Rojak, Ketua Lazismu Gresik.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan masih bisa bertambah mengingat usai ceramah banyak yang meminta formulir komitmen untuk transfer.
Sebelumnya rekor perolehan donasi tertinggi adalah Rp 55.875.300 plus 100 US Dollar dan 50 Riyal Saudi dalam penggalangan dana di Masid Taqwa GKB, Gresik.

Di akhir acara Syeikh Yahya menutup doa yang agak panjang. Salah satu doa yang dilantunkan adalah doa qunut yang sering kita dengar. Karena doa qunut biasa dikerjakan bila ada saudara kita yang Muslim sedang ditimpa suatu musibah.
Di temui PWMU.CO, Ketua Lazismu Jawa Timur Drh Zainul Muslimin yang mengikuti rangkaian acara sejak sore di Gress Mall mengatakan bangga dengan apa yang dilakukan Lazismu Gresik. “Perolehan donasi malam ini spektakuler, ujarnya.
Dia mengatakan, sejak awal melihat optimisme Lazismu Gresik yang luar biasa. “Keberanian mengambil satu ustadz dari Palestina khusus di Gresik saja adalah suatu keyakinan luar biasa untuk sukses. Bahkan penggalangan donasi di Gress Mall juga langkah luar biasa. Apalagi sampai difasilitasi pengelola mall untuk shalat Maghrib berjamaah,” ungkapnya. (Kemas SR)