5000 Jamaah di Lapangan Sawunggaling Babat Diajak Bepegang Teguh pada Ajaran Islam

677
Pasang Iklan Murah
Drs H Abdul Qodir MA (Faried/PWMO.CO)

PWMU.CO – Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang Drs H Abdul Qodir MA dalam khutbah Idul Fitri di Lapangan Desa Sawunggaling Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, Rabu (5/5/19) mengatakan, apabila seseorang ditanya tentang harapannya, maka tentu ia ingin mendapatkan kehidupan yang bahagia dan meninggal dengan membawa nama yang harum.

“Kemudian, jika dibangkitkan oleh Allah, ia berharap agar dibangkitkan dalam keadaan selamat dari siksa,’ ucapnya. Harapan ini, dia melanjutkan, pasti akan didapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah, yang beramal shalih dengan ikhlas.

Menurut Abdul Qodir Hal itu sangat mudah dicapai oleh orang-orang yang diberi kemudahan oleh Allah. “Maka janganlah kita menunda untuk menggapainya. Segeralah melangkah, dengan selalu berpegang teguh dengan agama kita yang mulia ini,” terangnya.

Karena sesungguhnya, sambungnya, berpegang teguh dengan agama akan menjamin kehidupan yang baik dan pahala yang besar. “Sebuah kehidupan penuh kemenangan, kemuliaan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Di hadapan sekitar 5000 jamaah warga Muhammadiyah Babat, Abdul Qodir menyatakan, satu bukti yang paling besar dan telah nyata, yaitu Nabi Muhammad diutus di tengah-tengah sebuah kaum yang ummi dan terbelakang. “Namun tatkala kaum ini berpegang teguh dengan agama ini, tidak lama kemudian, mereka berubah menjadi yang terdepan dalam ilmu, perilaku, dan peradabannya,” urainya.

“Setelah sebelumnya menjadi kaum yang hina, kemudian mereka memimpin manusia dengan penuh kemuliaan. Mereka menjadi yang terdepan setelah sebelumnya terbelakang. Dan agama yang dipegangi pemimpin itu senantiasa terjaga dalam Kitab Allah dan sunah Rasulullah,” terang dia.

Oleh karena itu, ujarnya, jika saat ini kaum Muslimin berpegang teguh dengan agama Islam secara benar, mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan, niscaya kaum Muslimin akan menjadi imam atau pemimpin di bumi ini, sebagaimana para pendahulu mereka.

Abdul Qodir lalu memgutip surat Alhajj ayat 40-41: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”

Jamaah shalat Idul Fitri di Lapangan Sawogaling Babat (Faried/PWMU.CO)

“Akan tetapi, yang sangat menyesalkan, banyak kandungan syariat Islam yang diremehkan kaum Muslimin. Banyak kaum Muslimin yang menyimpang dan berpaling dari ajaran Islam, kemudian lebih memilih pedoman-pedoman yang bukan milik Allah SWT,” jelasnya.

Akibatnya, sambung dia, banyak yang kemudian tersesat dan bahkan menyesatkan. Tersesat dari kebenaran, sehingga umat tercerai-berai. Simbul persatuannya mulai terlepas satu per satu. Kaum Muslimin menjadi sasaran para musuh, dan menjadi kaum yang hina setelah sebelumnya mulia.

“Kaum Muslimin menjadi kaum yang lemah setelah sebelumnya kuat. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Maka menjadi kewajiban kita untuk mengembalikan kemuliaan Islam dan kaum Muslimin. Yaitu membulatkan tekad untuk berpegang teguh dengan syariat yang telah ditetapkan Allah SWT, mengikuti sunah Rasulullah SAW dan mengikuti jalan para Khulafaur-rasyidin. Karena dari sanalah kita akan mendapatkan kembali dinul-Islam dengan segala kebaikannya,” paparnya.

Dia menerangkan, di antara kebaikan agama ini, yaitu adanya hari raya yang membahagiakan. Hari yang menjadi penutup puasa dan sebagai permulaan bulan haji. “Hari, saat kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia keluar dari rumahnya menuju tanah lapang untuk melaksanakan shalat Idul-Fitri. Dengan hati gembira, penuh suka cita mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, disebabkan anugerah nikmat yang diterimanya dari Allah ta’ala,” ujarnya.

Anugerah besar, itu, menurut Abdul Qodir, berupa keberhasilan melaksanakan puasa saat siang hari dan shalat pada malam harinya. “Dan kini, saat kebahagiaan itu datang, seluruh kaum Muslimin mengagungkan Allah ta’ala, berdzikir memuji-Nya, dan membuktikan rasa cinta dan rasa syukurnya kepada Allah yang bergelora dalam dadanya,” ungkapnya.

Abdul Qodir mengajak kaum Muslimin berbaik sangka kepada Allah karena Allah itu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. “Dengan berharap bisa mendapatkan semua kebaikan dari Allah, karena Allah pemilik semua kebaikan. Mereka pun memohon kepada Allah yang telah memberikan kekuatan kepada mereka beramal, agar Allah berkenan menerima amalan yang telah mereka perbuat, dan berharap agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang beruntung,” ujarnya.

Pada shalat Idul Fitri hari ini bertindak sebagai imam M Irsyad Hafiz, siswa SMP Isy Karima Karanganyar, Jateng. (M. Faried Achiyani ).

iklan