Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk manusia sebagai Kholifah di muka bumi.
Hal tersebut tersampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu’ti MEd, dalam Kajian Ramadan 1447 H PWM Jatim.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember pada Sabtu (21/02/2026).
Sebagai informasi, kajian ramadan tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhilafan”.
Abdul Mu’ti menyampaikan kajian kedua dengan tema “Menunaikan Tugas Kekhalifahan: Perspektif Pendidikan”. Kajian berlangsung pada pukul 20.20 WIB dengan Moderator Mudzakkir SSos MA PhD.
Pendidikan dan Tugas Manusia
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu membuka kajiannya dengan definisi pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan sebuah proses berkesinambungan yang dilaksanakan untuk membentuk atau mendidik manusia menjadi hamba ataupun Kholifah Allah.
“Hal ini saya kaitkan dengan banyak sekali kajian. Jika kita membaca Al-Qur’an, manusia mempunyai dua tugas yang saling melengkapi” terangnya.
Pertama, menurutnya adalah manusia sebagai Abdullah, hamba Allah, yang termaktub dalam QS Al-Dzariyat ayat 56.
Kemudian yang kedua adalah ayat-ayat yang menegaskan bahwa manusia adalah Kholifah di muka bumi.
“Jika kita berbicara manusia sebagai Abdullah, maka manusia memiliki kedudukan sebagai makhluk yang tunduk dan patuh pada apa yang diperintahkan Allah” tegas Alumni Flinders University itu.
“Sebagaimana dalam surat Al-Bayyinah ayat 5, karena sebagai Abdullah, maka ia menjadi servant. Mengikuti apapun yang diperintahkan Allah” tambahnya.
Yang kedua sebagai Kholifah. Kholifah sering diterjemahkan dalam banyak versi. “Ada yang menyebut Kholifah sebagai pemimpin, wakil, agent, representation” ujarnya.
Sebagai Kholifah, lanjutnya, manusia memiliki otoritas yang luas. Sebagai Kholifah fil ard, manusia memiliki tugas-tugas yang melekat.
“Tugasnya adalah menciptakan kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian di muka bumi” tutur Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Sebagai kholifah, manusia tidak boleh pilih-pilih dalam berbuat baik. “Semua kebaikan harus dirasakan oleh semuanya. Tidak exclusively to certain community” tuturnya.
“Sebagai Kholifah Allah di muka bumi, karena manusia mengatasnamakan Allah, maka setiap tindakannya harus menimbulkan kerahmatan, tidak boleh menimbulkan kerusakan” terangnya.
Menutup kajiannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Manusia bisa menjadi Khalifah karena ilmunya. “Dari situlah kenapa kemudian Al-Qur’an berkali-kali meletakkan supremasi ilmu, dan ilmu itu dimiliki oleh manusia” pungkasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments