Candaan Abdul Mu’ti yang khas memecah keheningan suasana pembukaan Rakornas III Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Flores Ballroom Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025).
Dirinya menyebut ada tiga model kinerja pimpinan yang acap kali ia temui di berbagai level. Tak hanya di Muhammadiyah, bisa jadi, tiga model ini juga bisa ditemui di organisasi lain.
Sebagai orang nomor dua di Muhammadiyah, tentu Abdul Mu’ti bukan orang yang minim pengalaman. Ia sudah bertemu dengan berbagai model orang selama berjuang di persyarikatan yang didirikan KH. Ahmad Dahlan itu.
Adapun tiga model kinerja pimpinan yang ia maksud antara lain rakernas, rakerso dan kerjaannya rakernas.
“Rakernas, rakerjo dan kerjaannya rakernas,” kata Menteri Dikdasmen Republik Indonesia itu disambut gelak tawa hadirin.
Rakernas, mengacu pada kata yang hampir sama dengan kegiatan MPW pada hari ini, ‘Rakornas’. Pimpinan Muhammadiyah biasa melakukan hal tersebut sebagai ajang koordinasi dan konsolidasi organisasi. Pasca kegiatan ini, pimpinan mengawal terealisasinya program sehingga bermanfaat untuk kemajuan persyarikatan dan memajukan masyarakat.
Sementara rakerjo, adalah istilah bahasa jawa ‘ora kerjo’, artinya ‘tidak bekerja’. Kita tentu tak jarang melihat, pimpinan yang setelah dilantik lalu tak terlihat lagi batang hidungnya hingga musyawarah berikutnya. Tidak ada kontribusi untuk organisasi, padahal ia telah berikrar untuk berdakwah di jalan Allah melalui Persyarikatan Muhammadiyah.
Model yang kedua ini, terlepas dari banyak faktor yang mempengaruhi, nyatanya masih banyak menjangkiti tubuh Muhammadiyah maupun ortom-ortomnya.
Terakhir adalah model pimpinan yang kerjaannya Rakernas. Artinya, kegiatan yang dilaksanakan hanya kegiatan-kegiatan seremonial. Adapun setelah itu, ia hening, tanpa adanya tanggung jawab melaksanakan atau menginternalisasikan hasil Rakernas tersebut.
Model pimpinan seperti ini memang lebih baik dari pada model kedua, tapi bukan berarti itu bisa menjadi uswah. Karena, sebagai pimpinan, semestinya mengawal realisasi program-program organisasi yang telah dicanangkan saat rapat. Sehingga program Muhammadiyah benar-benar dapat membawa perubahan kepada masyarakat ke arah yang lebih baik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments