Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Abdul Mu’ti: Soft Skills Kunci Lulusan SMK Mampu Bersaing

Iklan Landscape Smamda
Abdul Mu’ti: Soft Skills Kunci Lulusan SMK Mampu Bersaing
Abdul Mu’ti sedang meninjau Sekolah Vokasi Foto: Humas Kemendikdasmen/PWMU.CO
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan vokasi agar melahirkan generasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia.

Hal itu ia sampaikan dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Kejuruan Provinsi Jawa Barat serta Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi 2025 Angkatan 13, yang digelar di Cimahi, Jawa Barat, Senin (22/9).

“Tidak semua hal akan dipelajari di sekolah. Dengan kemampuan soft skills, murid bisa bertahan menghadapi perubahan, belajar hal baru yang tidak diajarkan di kelas, dan bertransformasi sesuai kebutuhan zaman,” tutur Mu’ti di hadapan 248 guru vokasi.

SMK Bukan Hanya Siapkan Pekerja

Mu’ti menekankan, pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi kunci bagi penguatan soft skills. Dengan pendekatan partisipatif, guru tidak lagi sekadar mengajar, melainkan ikut menjadi bagian dari proses belajar bersama murid.

“Kalau Anda ingin memperbaiki peradaban bangsa, perbaikilah pendidikannya. Dan kalau ingin memperbaiki pendidikan, maka mulailah dari kelas. Pembelajaran mendalam mengajarkan bagaimana murid menjadi pembelajar sepanjang hayat dan kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, SMK diharapkan tidak hanya mencetak lulusan terampil yang siap kerja, tetapi juga yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Selaras dengan Dunia Industri

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menyelaraskan kompetensi guru dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Jika guru semakin kuat kompetensinya, maka kualitas pembelajaran meningkat. Hasilnya, lulusan vokasi akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, upskilling dan reskilling guru vokasi tidak hanya memperkuat keterampilan teknis kejuruan, tetapi juga aspek pedagogik, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Manfaat Nyata bagi Guru

Salah satu peserta, Muhammad Fawzi, guru SMKN 1 Karawang, mengakui manfaat besar dari pelatihan ini.

“Di sekolah fasilitas terbatas, jadi kami butuh pelatihan semacam ini untuk upgrade ilmu. Dengan ilmu terbaru, kami bisa menyiapkan lulusan SMK yang benar-benar terampil, baik secara kompetensi maupun soft skills,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga meninjau sarana praktik upskilling dan reskilling serta meresmikan sarana praktik pembangkit listrik tenaga surya.

Dengan penguatan kompetensi guru vokasi ini, Kemendikdasmen berharap lulusan SMK makin cepat terserap dunia kerja sekaligus memiliki daya saing global.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu