Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Pendidikan, Inovasi, dan Hindari Sikap Jumud

Iklan Landscape Smamda
Abdul Mu’ti Tekankan Pentingnya Pendidikan, Inovasi, dan Hindari Sikap Jumud
Abdul Mu’ti saat menyampaikan sambutannya. Foto: Azaki/PWMU.CO
pwmu.co -

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Kabupaten Cianjur digelar di Aula SD Islam Kreatif Muhammadiyah, Jumat (31/01/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur dan mengusung tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur, Saepul Ulum, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan sejarah, KH Ahmad Dahlan pernah mengunjungi Cianjur pada 1908. Ia menyebut Cianjur sebagai kota santri yang memiliki modal sosial dan spiritual kuat untuk mengembangkan gerakan Muhammadiyah.

“Spirit keteladanan Ahmad Dahlan harus terus kita hidupkan untuk memajukan Muhammadiyah di daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan Klinik PKU Muhammadiyah Cianjur tidak lepas dari dukungan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Nilai pembangunan klinik tersebut sekitar Rp1,5 miliar, dengan kesiapan operasional mencapai 99,9 persen. Saepul Ulum berharap izin operasional dari pemerintah daerah dapat segera terbit agar klinik segera melayani masyarakat.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, pada acara tersebut. Ia menyinggung upaya pembenahan sektor pendidikan di Cianjur yang masih berlangsung pascagempa 2022.

Menurutnya, ekosistem amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, menjadi kekuatan penting dalam mendukung layanan publik di daerah.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan tiga pokok pesan. Pertama, ia mengajak warga Persyarikatan untuk bersyukur atas perjalanan 113 tahun Muhammadiyah yang telah berkembang dari basis awal di Kauman hingga menjadi gerakan bertaraf global.

“Saat ini Muhammadiyah memiliki cabang istimewa di 31 negara. Beberapa di antaranya sudah berbadan hukum di negara setempat seperti Australia, Singapura, Jepang, dan Malaysia. Selain itu, ada pengakuan cabang di Mesir dan proses penguatan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Inggris,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa Muhammadiyah telah terdaftar di United Nations Economic and Social Council sejak 2012. Kiprah kemanusiaan Muhammadiyah pun kian mendunia, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah memenuhi standar World Health Organization (WHO). Dalam bidang amal usaha, Muhammadiyah kini memiliki 164 perguruan tinggi serta lebih dari 500 rumah sakit dan klinik.

Pesan kedua, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia unggul dengan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama.

“Pentingnya pendidikan sejalan dengan pesan wahyu awal, yakni Surat Al-Alaq ayat 1–5, yang mendorong tradisi belajar, literasi, dan penggunaan akal sebagai basis membangun peradaban. Kalau bangsa ingin sejahtera, maka pendidikanlah kuncinya,” tegasnya.

Pesan ketiga menyoroti pentingnya persatuan umat sebagai kunci kemajuan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan organisasi tidak semestinya memecah-belah umat Islam.

“Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, dan lainnya memiliki peran masing-masing. Yang penting kita solid. Kalau tidak solid, jadinya suliiiiiit,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menitipkan pesan agar warga Persyarikatan menghindari konflik, menjauhi praktik korupsi, serta tidak bersikap kolot, kaku, dan jumud yang menutup ruang perubahan.

Menurutnya, tanpa inovasi, tajdid, dan kreativitas, organisasi berisiko kehilangan daya gerak. Ia mendorong penguatan layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi sebagai agenda nyata untuk kemaslahatan umat.

“Kita wujudkan kesejahteraan umum dan memajukan peradaban bangsa,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu