Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ada Apa dengan Coklat di Hari Valentine?

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Pelajar putri dan  besar tempat penandatanganan tolak Valentine’s Day (foto istimewa)

PWMU.CO – Sejarah Valentine’s Day sejatinya adalah pesta Lupercalia yakni pesta zina melalui lotre pada tanggal 15 Februari di zaman Romawi Kuno. Kemudian direkonstruksi seakan-akan menjadi hari di mana patriotisme Pendeta Santo Valentinius dalam memperjuangkan pernikahan.

Pernyatan itu disampaikan dr Zain Budi SpKj saat membahas sejarah Valentine’s Day dalam acara ‘Talk Show Say No To Valentine’s Day’, yang diselenggarakan Bidang Kajian Dakwah Islam Pimpinan Cabang IPM Semampir, di Aula SMP Negeri 11 Surabaya, (12/2).

(Baca: Bagaimana Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut Islam?)

Mengenai coklat, Zain menjelaskan, bahwa tradisi pemberian hadiah itu dilakukan di Amerika Serikat mulai paro kedua abad ke-20. “Coklat dan bunga adalah perluasan dari tradisi menulis ucapan pernyataan cinta pada sebuah kartu yang dimulai pada abad ke-19,” ujar Zain.

Talk show ini sangat menarik karena banyak pertanyaan-pertanyaan mengenai remaja yang dilontarkan oleh peserta. Salah satu adalah bagaimana cara menyikapi munculnya perasaan cinta pada seseorang.

Ketua PC IPM Semampir Samsul Arifin mengatakan, tujuan acara ini adalah memperluas wawasan dan menjalin ukhuwah islamiyyah. “Selain itu untuk menanamkan dasar-dasar pembinaan pribadi Muslim sesuai dengan Alquran dan Assunnah,” kata dia.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pelajar putra dan bener besar tempat penandatanganan tolak Valentine’s Day (foto istimewa)

Ketua Pelaksana Galing menambahkan, acara ini penting untuk membentengi remaja dari pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari Islam. “Kita juga ingin mengubah mindset bahwa sesungguhnya Islam mengajarkan setiap hari adalah hari kasih sayang.”

Dalam cara bertema “Ada Apa dengan Coklat di Hari Valentine” dilakukan penandatanganan Tolak Valentine’s Day pada sebuah bener berukuran besar.

Acara yang dibuka oleh Ketua PCM Semampir Priyo Sasoko itu dihadiri pula Kepala Sekolah SMP Negeri 11  Wahono, Ketua PD IPM Surabaya Maulana Satria Aji. Selain itu datang juga anggota IPM se-Surabaya Utara, Komunitas Dai Berkemajuan dan Gerakan Pelajar tanpa Pacaran, serta beberapa siswa SMP, SMA, SMK, dan anggota Karang Taruna se-Surabaya Utara.  (Ferry Yudi AS)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu