Sudah hampir 4 tahun ini SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage menyelengggarakan ujian semester 1 kepada semua siswa dititikberatkan untuk menguji kemampuan kognitif siswa dengan berbasis tulis dan berbasis digital.
Ujian berbasis tulis diberlakukan bagi kelas 1-3 untuk semua mata pelajaran sedangkan ujian berbasis digital diperuntukkan bagi kelas 4-6 hanya bagi mata pelajaran kurmer.
Tetapi ditahun ini SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage melaksanakan ujian SAS 1 tidak hanya untuk menguji kemampuan kognitif siswa saja. Ada inovasi baru dalam kegiatan ujian SAS 1 kali ini.
Ujian dilakukan selain menguji kemampuan kognitif saja, ujian dilaksanakan juga menguji kemampuan psikomotorik siswa. Setiap siswa yang mengikuti ujian SAS 1 diwajibkan juga mengikuti ujian praktik wudhu dan praktik ibadah sholat.
Ujian SAS 1 ini digelar dari hari rabu-jumat, 26 November-5 Desember 2025, kemudian dilanjutkan hari senin-selasa, 8- 9 desember 2025 melaksanakan ujian praktik wudhu dan ibadah sholat. Baik kegiatan ujian kemampuan kognitif maupun kemampuan psikomotorik semuanya berjalan lancar dan tertib. Semua siswa mengikuti kegiatan ujian dengan penuh semangat dan sungguh-sungguh.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam
Kegiatan ujian praktik dilakukan selain sebagai wujud implementasi pendekatan pembelajaran mendalam juga bertujuan untuk :
- Mengukur Kompetensi: Menilai kemampuan siswa dalam mempraktikkan tata cara wudhu dan sholat sesuai aturan yang sudah ditetapkan.
- Aplikasi Praktis: Memastikan siswa bisa menerapkan teori yang dipelajari dalam ibadah sehari-hari secara mandiri.
- Validasi Pendidikan: Mempertanggungjawabkan proses pembelajaran agama di sekolah kepada orang tua dan masyarakat.
Kepala urusan ismuba, Abdul Rohim menyampaikan kegiatan ujian praktik sholat dan wudhu yang baru pertama kali dilakukan ini sangat baik sekali karena bisa sebagai kontrol ibadah anak-anak sejak dini.
Yuni Khosnol Khotimah sebagai walikelas 5 Royyan menyatakan bahwa kegiatan ujian kali ini bagus dilaksanakan karena selain mengukur kemampuan siswa kita juga jadi mengetahui seberapa benar dan ketepatan anak-anak dalam melaksanakan ibadah sholat dan wudhu baik dari segi gerakan maupun bacaan.
Besar harapan kegiatan ujian ini akan terus dilaksanakan selain sebagai acuan tingkat keberhasilan dan kebenaran siswa dalam beribadah secara menyeluruh tetapi juga sebagai bentuk pertanggujawaban sekolah mendampingi siswa dalam melaksanakan ibadah secara benar dan tepat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments