Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Adab Berpikir Kritis dalam Islam

Iklan Landscape Smamda
Adab Berpikir Kritis dalam Islam
pwmu.co -

Mencegah Kesombongan

Keempat, tidak sombong dan mencegah kesombongan. Berpikir kritis bukan untuk menunjukkan sikap sombong, melainkan untuk mencegah kesombongan orang-orang yang merasa berkuasa dan berbuat zalim. Seperti dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam terhadap Raja Namrud yang zalim dan sombong.

Sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Tidakkah kamu memperhatikan orang (Namrud) yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, ‘Tuhanku ialah Yang menghidup kan dan mematikan’, dia (Namrud) berkata, ‘Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan’.

(Lalu) Ibrahim berkata, ‘Allah menerbitkan matahari dari Timur maka terbitkanlah ia dari Barat’. Maka bingunglah orang (Namrud) yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah: 285).

Kelima, yakin Allah Mahatahu dan menaati-Nya. Sebagaimana telah dicontohkan oleh para malaikat yang “mengkritisi” firman Allah tentang penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi ‘.

Mereka berkata, ‘Apakah Engkau akan menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji Mu dan menyucikan nama Mu?’. Dia berfirman, ‘Sungguh Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui ‘.” (QS. Al-Baqarah: 30).

Keenam, teliti terhadap informasi yang belum diketahui dan uji kebenarannya. Seperti yang dilakukan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam ketika burung Hudhud menyampaikan informasi tentang suatu kerajaan Ratu Balqis dari Negeri Saba’ (Yaman).

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Maka tidak lama kemudian datanglah (Hud Hud), dia berkata (melapor kepada Sulaiman), ‘Aku mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba’ membawa suatu berita yang meyakinkan. Sungguh kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.

Dia (Sulaiman) berkata, ‘Akan kami lihat apa kamu benar atau termasuk yang berdusta. Pergilah dengan membawa surat ku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka dan perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”. (Lihat QS. An-Naml: 22–29).

Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡