Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Adab Minum Obat dalam Islam

Iklan Landscape Smamda
Adab Minum Obat dalam Islam
Oleh : Muhsin MK Dai Pegiat Sosial
pwmu.co -

Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit pada makhluknya. Penyakit itu ciptaan Allah, maka kesembuhannya juga atas izin dan kehendakNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mempertegas bahwa setiap penyakit itu ada obatnya — kecuali sakit tua, pikun dan kematian.

Orang yang sudah tua tidak bisa mencari resep obat agar dirinya bisa kembali menjadi muda. Rambut yang memutih tidak bisa dihitamkan kembali. Demikian pula dengan pikun, maka akan sulit dicarikan obatnya. Apalagi dengan kematian yang pasti tidak bisa diobati, supaya bisa hidup kembali.

Mayit yang bisa hidup lagi hanya karena izin Allah, melalui mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Isa alaihissalam. (QS. Ali Imran:49, Al Maidah:110).

Era sekarang beraneka ragam obat dibuat manusia. Orang orang yang sakit berusaha untuk berobat ke dokter atau tabib agar mendapatkan obat.

Tapi ingat, dokter tidak mungkin bisa menyembuhkan penyakit tanpa obat. Obat pun belum tentu dapat memberi kesembuhan tanpa izin dan kehendak Allah. (QS. Asy Syu’ara:80).

Orang yang sakit biasanya perlu minum obat sebagai ikhtiar untuk sembuh. Namun, meskipun obat sudah diberikan oleh dokter dan petugas farmasi, penggunaannya tidak boleh sembarangan tanpa aturan.

***

Dalam Islam, minum obat pun memiliki adab yang berkaitan dengan tata aturan, tata cara, dan etika yang harus menjadi perhatian.

Adab minum atau makan obat menurut Islam adalah sebagai berikut: 1) memulainya dengan membaca basmallah (QS. Al An’am:118 dan An Naml:30).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  “Hai anak, ucapkanlah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa apa yang dekat dari denganmu“.(HR. Bukhari no 5376 dan Muslim no 2022).

2) tidak minum atau makan obat yang haram dan berbahaya. Misalnya obat yang berasal dari khamar, babi, bangkai, darah dan sebagainya (QS. Al Baqarah:173; An Nisa:29; Al Maidah:3; Al An’am:145; dan  Al A’raf:33,157).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara tegas bersabda, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram”. (HR. Abu Dawud no 3372).

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu juga berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang penggunaan obat-obatan yang berbahaya “. (HR. At Tirmidzi no 2045 disahihkan oleh Al Bani)

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

3) minum obat sesuai dengan resep atau ketentuan yang berlaku dan tidak berlebih-lebihan atau sampai overdosis (QS. Al A’raf:31; Al An’am:141; Al Isra’: 26-27; Al Furqon:67).

Imam Asqalani rahimahullah menjelaskan, “Seluruh tabib telah bersepakat bahwa pengobatan setiap penyakit berbeda-beda — sesuai dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu dan jenis makanan yang biasa dikonsumsi, kedisiplinan dan daya tahan fisik karena obat harus sesuai dengan kadar dan jumlahnya dengan penyakit. Jika dosisnya berkurang, maka tidak bisa menyembuhkan dengan total dan jika dosisnya berlebih, maka dapat menimbulkan bahaya yang lain“. (Fathul Bari 10:169-170; Darul Marifah).

4) perlu minum atau makan obat herbal dan alami untuk menjaga kesehatan. Sebagai misal: madu (QS. An Nahl:68-69), korma (QS. Maryam: 25-26 dan An Nahl:67), zaitun (QS. An Nur:35 dan  At Tin:1), jahe (QS. Al Insan:17), susu (QS. An Nahl :66), dan habbatus sauda (jintan hitam).

Habbats ini sesuai sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguh pada habbatus sauda itu terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian”. (HR. Bukhari no. 5687 dan Muslim no 2215).

5) lebih baik minum obat menggunakan air (QS. Al Furqon:48-50; Al Ambiya:30; dan Al Waqiah: 31).

Utamanya air yang berasal dari mata air (QS. Shad: 42), hujan (QS. Al Anfal:11 dan Waqiah:9) dan air zamzam.

Air zamzam merupakan obat dari penyakit, sebagaimana disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya air zamzam itu adalah air yang diberkahi. Air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan. (HR. Muslim no 4520).

Diperkuat dengan hadits yang lain, “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah membawa air zamzam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkannya dengan air zamzam“. (HR. Al Baihaqi dalam Al Sunanul Kubra 5/202 dan Syuaibul Iman 3/1502).

6) membaca doa — “Bismillahir Rahmanir Rahim. Allahumma rabban naasi, adzhibil ba’sa, isyfi, antas syaafi, laa syaafiya illaa anta, syifaa’an laa yughaadiru saqaman. Allahumma innii as’alukal ‘afiyata” — Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Wahai Tuhan segala manusia hilangkan segala derita, sembuhkanlah, Engkau lah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada penyembuh selain Engkau. Wahai Allah, aku sungguh memohon sehat kepada Mu) — (HR. Ahmad dan Nasa’i) — sebelum minum atau makan obat.

Dan setelah minum atau makan obat, bacalah doa “Alhamdulillahilladzi Kafana Wa Arwana Ghaira Makfiyyin Wa Makfuurin (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kepada kita kecukupan dan kepuasan yang tidak terabaikan dan tidak tertolak”. (HR. Bukhari).***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡