Kelima, berbincang-bincang saat bertemu. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Maka ketika dia (Balqis) datang (bertemu Sulaiman), maka ditanyakanlah (kepadanya), ‘Serupa inikah singgasanamu?’ Dia (Balqis) menjawab, ‘Seakan-akan itulah dia’. (Dan dia Balqis berkata), ‘Kami orang-orang yang telah diberikan pengetahuan sebelumnya, kami orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.
Dikatakan (Sulaiman) kepadanya, ‘Masuklah ke dalam istana’. Maka ketika dilihatnya (lantai istana) dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya.
Dia (Sulaiman) berkata, ‘Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca’. Dia (Balqis) berkata, ‘Ya Tuhanku, sungguh aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam’.” (QS An-Naml: 44).
Keenam, saling memuliakan saat bertemu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Maka ketika mereka (Ya’kub dan keluarganya) masuk ke (tempat) Yusuf, dia (Yusuf) merangkul (dan memuliakan) kedua orang tuanya, seraya berkata, ‘Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah (kamu) dalam keadaan aman’.” (QS Yusuf: 99).
Dalam sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam juga diajarkan, “Apabila datang (bertemu) kepadamu orang yang mulia dari suatu kaum, maka muliakanlah dia.” (Sahih Sunan Ibnu Majah 1/314, Hadis No. 1468/1672).
Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments