
PWMU.CO – Sebanyak 204 mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melakukan penelitian di Desa Olehsari, Glagah, Banyuwangi (14-16/12/19). Penelitian ini sebagai tindak lanjut mata kuliah Psikologi Budaya yang ada di semester ganjil.
Ramond Ananda Paryontri MPsi, dosen pembimbing, mengatakan, sebelumnya mahasiswa mendapatkan materi di kelas mulai konsep kepribadian, masyarakat, kebudayaan, sampai psikologi dasar. “Karena orientasi kita adalah praktik penelitian lapangan, maka kita bekali metode etnografi sebagai pisau analisis kebudayaan,” ujarnya.
Ayah satu anak ini menambahkan, di era sekarang banyak generasi yang tidak mengetahui budaya lokal. Sebagian besar lebih hafal dengan musik Barat daripada musik daerah. “Gak hanya itu, mereka paham betul kesenian Korea dari pada kesenian lokal. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” kata dia.
Dengan pendekatan etnografi, lanjutnya, mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat sehingga secara tidak langsung penelitian ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal.
Prinsipnya, ada dua hal yang akan diketahui mahasiswa dalam kegiatan ini, yaitu metode penelitian etnografi dan tujuh unsur budaya di masyarakat. “Tujuh unsur itu religi, peralatan hidup, sistem mata pencaharian, kesenian, sistem kekerabatan, sistem bahasa, dan sistem pengetahuan,” tuturnya.
Ramond menjelaskan, keseluruhan unsur-unsur di atas bersifat universal. Artinya semua kebudayaan suku bangsa pasti terdapat unsur-unsur tersebut. “Penulisan etnografi ini, per kelompok memilih satu objek penelitian dengan mengambil salah satu unsur kebudayaan yang akan diteliti,” tambahnya. (*)
Kontributor Arief Hanafi. Editor Mohammad Nurfatoni.






0 Tanggapan
Empty Comments