Riuh rendah suara siswa kelas 4 Al-Baasith SD Muhammadiyah 6 (Musix) Gadung Surabaya mendadak senyap setelah jam pelajaran Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Bahasa Indonesia berakhir, Rabu (11/3/2026). Keheningan itu bukan menandai berakhirnya aktivitas di kelas, melainkan awal dari sebuah kejutan penuh kasih sayang yang telah dirancang para siswa.
Suasana di depan kelas seketika berubah dramatis. Sang guru yang masih menyusun lembar jawaban di meja tiba-tiba didatangi ketua kelas. Adhiyastha Wirathama Putra Budiman, yang akrab disapa Astha, melangkah maju dengan percaya diri dan meminta sang ustaz berdiri.
“Tolong tengadahkan kedua tangan Ustaz dan pejamkan mata,” pinta Astha tulus, disertai tatapan penuh harap dari teman-temannya.
Sang ustad sempat bertanya, “Ada apa?” Namun ia tetap mengikuti instruksi muridnya.
Dalam keadaan mata terpejam, para siswa perlahan mendekat dan mengelilinginya. Tanpa komando keras, mereka membawa berbagai bingkisan yang telah disiapkan. Aroma khas aneka kue Lebaran, paket sembako, hingga sirup mulai memenuhi ruangan.
Saat sang ustaz membuka mata, ia tak kuasa menahan haru. Di hadapannya telah tersusun berbagai hadiah yang dibawa dengan penuh cinta oleh para siswa. Air mata kebahagiaan pun menetes, menutup rangkaian STS hari itu dengan kenangan yang tak terlupakan.
“Kami ingin memastikan Ustaz juga merasakan kebahagiaan Lebaran seperti kami,” ujar salah satu siswa yang membuat suasana semakin emosional.
Tumpukan biskuit Bringz, sirup, hingga kaleng kue di atas meja menjadi saksi hangatnya kebersamaan dan kuatnya ikatan kekeluargaan di kelas Al-Baasith.
Dilanjutkan Buka Puasa Bersama
Kebahagiaan hari itu tidak berhenti di ruang kelas. Pada sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama (bukber) seluruh siswa kelas 4 Al-Baasith bersama para wali murid di Resto Jos Gandos.
Restoran yang dikenal dengan sajian khasnya tersebut dipilih karena lokasinya strategis dan tidak jauh dari sekolah. Suasana hangat terasa ketika para siswa, guru, dan wali murid berkumpul di meja panjang.
Tawa dan canda kembali pecah dalam kebersamaan itu. Momen buka puasa bersama tidak sekadar menikmati hidangan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SD Musix kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta empati sosial yang kuat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments