
Aisyiyah Gresik Bangun Gedung Pusat Layanan Terpadu Rp 1 Miliar; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah. Editor Mohammad Nurfatoni.
PWMU.CO – Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik Idha Rahayuningsih MPsi mengungkap perkembangan proses pembangunan Gedung Pusat Layanan Terpadu Biro Konsultasi Keluarga Sakinah (Biksa) di Jalan Ikan Gurami, BP Kulon, Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Hal ini Idha–sapaan akrabnya–jelaskan di tengah Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Pramusyda dan Musyda ke-11 bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Ahad (1/1/2023) pagi.
Sebab, berdasarkan paparan hasil Muktamar ke-48 Aisyiyah di Surakarta yang disampaikan Sekretaris PDA Kabupaten Gresik Ir Fiaduz Zaqiyah MPd sebelumnya, salah satu isu strategis yang menarik ditindaklanjuti yakni keluarga. Menurut Fifi, sapaannya, pembangunan gedung itu salah satu kekuatan Aisyiyah menghadapi isu-isu di Kabupaten Gresik.
“Tahun 2023 insyaallah (pembangunan) sudah selesai. Kemarin dapat hibah dari Pemkab Gresik Rp 700 juta untuk pembangunan. Karena budget lebih dari Rp 1 miliar,” ungkap Fifi.
Merespon pemaparan Fifi, Idha bersyukur pembangunan gedung multifungsi yang sudah berjalan tiga bulan tersebut sejauh ini berjalan lancar. “Kami mulai sejak awal Oktober 2022,” imbuhnya.
Idha lantas mengungkap dari PDA sudah mengeluarkan dana Rp 300 juta sebagai modal awal panitia melakukan pembangunan. “Alhamdulillah pada 27 Desember 2022 kemarin dapat dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Gresik melalui PAN sebesar Rp 700 juta,” jelas Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik itu.
Para peserta yang hadir langsung bersorak senang. Melihat respon itu, Idha mengakui, “Awalnya seneng, setelah itu senep. Karena Rp 700 juta yang turun tanggal 27 itu harus habis dibelanjakan terakhir 31 Desember 2022. Yang awalnya gembira, akhirnya mules-mules.”
Menghadapi tantangan itu, Idha akhirnya berusaha mencari informasi dari berbagai pihak. “Semua saya telepon. Mulai pengusaha bangunan, Pak Sabri, Pak Nazar yang orangnya cekatan, cepat gerak sehingga kita berkomunikasi sampai malam,” jelas dia.
Akhirnya, Idha lega usai pihaknya mendapat kepastian batas waktu pembelanjaan dana Rp 700 juta itu hingga 10 Januari 2023 mendatang. “Itu harus dilaporkan. Paling tidak tanggal 6 Januari 2023 kita sudah membuat laporan,” imbuhnya.

Multifungsi
Idha menjelaskan, penamaan gedung dua lantai itu dengan ‘Pusat Layanan Terpadu’ memang karena multifungsi. “Harapannya tidak hanya untuk konsultasi, tapi beberapa kegiatan bisa kita lakukan, termasuk pembinaan anak asuh dan ibu lansia,” ungkapnya.
Di lantai pertama, ada ruang aula multifungsi untuk pembinaan anak asuh dan lansia. Adapun di lantai dua, ada aula lengkap dengan peralatan untuk pelatihan dan seminar. Di sana, lanjut Idha, melayani berbagai konsultasi agama, pendidikan, psikologi, maupun hukum.
Menurutnya, ruangan itu juga bisa dimanfaatkan Badan Kesejahteraan Sosial (Bakesos) maupun Pos Bantuan Hukum (Posbakum). “Posbakum kalau mau berdiri sendiri, kita sudah ada tempat representatif. Ada dua kamar barangkali butuh penanganan,” ujarnya menawarkan.
Akhirnya, Idha berharap, mudah-mudahan yang sudah panitia lakukan bisa terlaksana dengan baik. Pihaknya sengaja menggandeng Muhammadiyah dalam panitia pembangunan.
“Ketua dan wakil ketua dari Bapak Muhammadiyah. Pak Sabri senior saya di Tapak Suci sehingga saya sudah tahu pola kerjanya, bagaimana bisa membantu kita lebih cepat bergerak mengambil keputusan. Pak Qomari Alhamdulillah sudah purnatugas sehingga bisa membantu pengawasan tukang. Pak Nazar membantu dari awal semua hal yang sifatnya teknis,” urai Idha.
Adapun Sekretarisnya dari PDA, yakni Ir Siti Faizah, Wakil Sekretaris Soffiana Agustin MKom, Bendahara Ayu Mira ST SPd, dan Wakil Bendahara Fitria SPd. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments