
PWMU.CO – Dakwah Aisyiyah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui peran strategis, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan. Berkat rahmat Allah SWT, konsistensi dakwah ini telah menghantarkan Aisyiyah memasuki Milad ke-108, sejak didirikan pada 17 Mei 1917. Tentunya banyak dinamika dan pengalaman perjuangan yang menjadi bagian dari komitmen dakwah Aisyiyah.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kediri, Hilda, saat mengikuti bazar ketahanan pangan dalam rangka Milad ke-108 Aisyiyah yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur di Aisyiyah Training Center (ATC) Purwodadi, Pasuruan, pada Selasa (1/7/2025).
Ia melanjutkan bahwa dalam momen Milad ke-108 Aisyiyah ini, ia mewakili Majelis Ekonomi PDA Kabupaten Kediri bersama PDA se-Jawa Timur turut berpartisipasi dengan membuka stand bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk ketahanan pangan.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh PP Aisyiyah dan PWA Jawa Timur, hal tersebut benar-benar menginspirasi kami, para ibu-ibu Aisyiyah, untuk terus berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Hal tersebut menurutnya sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayyibah untuk Jawa Timur Mandiri dan Sejahtera”.
“Tema ini sangat relevan dan sejalan dengan sejumlah program yang telah dicanangkan. Karena itu, kami terus berupaya tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga melaksanakan pelatihan dan praktik langsung dalam upaya penguatan ketahanan pangan bersama masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Kediri terdapat 22 cabang dan 113 ranting. Adapun amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah yang tersebar di wilayah ini meliputi:
‣ Koperasi: 18 kelompok.
‣ Kelompok Bermain (KB): 22 lokasi.
‣ TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA): 41 lokasi.
‣ SD Muhammadiyah: 2 lokasi.
‣ SMP Muhammadiyah: 1 lokasi.
‣ Pondok Pesantren: 1 lokasi.
‣ Griya Lansia: 5 lokasi.
‣ Panti Asuhan: 1 lokasi.
Sementara itu, untuk kegiatan dakwah dan pembinaan jamaah, serta kajian rutin diselenggarakan di seluruh tingkatan, yaitu:
‣ Di tingkat Ranting: setiap pekan.
‣ Di tingkat Cabang: satu bulan sekali.
‣ Di tingkat Daerah: satu bulan sekali.
Hilda juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan di PDA, antara lain:
‣ Pos Bantuan Hukum (Posbakum).
‣ Badan Kesejahteraan Sosial (Bakesos).
‣ Taman Anak Shaleh (TMA).
‣ Ikatan Senam Wanita Aisyiyah (Iswara)
‣ Griya Cinta Anak (GICA)
‣ Bina Keluarga dan Kesejahteraan Sosial Anak (BiKKSA)
Selain itu, dalam kegiatan ketahanan pangan, terdapat Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah yang meliputi:
1. Pertanian sayur organik menggunakan metode hidroponik, dengan hasil berupa sayuran organik yang dijual kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah (PCA) Setonorejo dan PCA Kras.
2. Peternakan sapi perah, dengan produk olahan berupa yogurt yang dijual kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PCA Kandangan dan PCA Gurah.
3. Agrikultur Edutrip, yaitu kegiatan edukasi pertanian dengan berbagai aktivitas menarik, meliputi: pembuatan boneka horta, basic gardening (pertanian dasar), hidroponik hidrogel, budidaya microgreen, exoprint, pembuatan terrarium, kokedama (tanaman hias berlumut), pembuatan telur asin, pembuatan teh dari bunga, dan pembuatan minuman dari daun cincau. (*)
Penulis Andi Hariyadi Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments