Menjaga napas perjuangan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak cukup hanya dengan instruksi organisasi. Melainkan harus dengan sentuhan batin dan kepedulian nyata. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Purwokerto Selatan.
Selama sepuluh tahun terakhir, organisasi perempuan berkemajuan ini konsisten merawat kedekatan dengan para pejuang pendidikan di garda terdepan. Bersamaan dengan kajian rutin, PCA Purwokerto Selatan menyerahkan tali asih kepada 21 guru honorer non-sertifikasi. Tidak ketinggalan, para penjaga KB dan TK ABA se-Purwokerto Selatan sebagai penerimanya.
Kegiatan bertempat di Masjid Al-Haq Bata Merah, Rabu (4/3/2026). Diawali dengan kajian rutin yang menghadirkan Ustadz M. Sugeng MPdI. Dalam tausiyah bertajuk “Kunci Ketenangan dan Ketentraman Jiwa”, ia mengingatkan bahwa tantangan guru dan kader di era modern. Bukan hanya soal fisik, tapi juga mental.
“Ketenangan sejati itu tidak terletak pada kemewahan materi. Melainkan pada kebersihan hati dan kedekatan kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Sugeng di hadapan jamaah.
Ia membedah berbagai resep jiwa tenteram. Di antaranya adalah dari memadamkan api kebencian (QS Al-Maidah: 8), berhenti mengeluh dengan memperbanyak istighfar, hingga pentingnya hidup sederhana. “Jangan lupa husnudzon dan senyum sebagai sedekah termudah,” pesan Sugeng.
“Jangan biarkan iri dan dengki merampas kebahagiaan kita. Jadilah pemaaf yang ihsan dan teruslah memberi dalam kondisi lapang maupun sempit,” lanjutnya lagi tentang resep jiwa tentram mengutip QS Ali Imran: 134.
Spiritualitas yang dibahas dalam kajian tersebut tidak berhenti di lisan. PCA Purwokerto Selatan langsung mengejawantahkannya dalam aksi filantropi. Pasca-pengajian, mereka menyerahkan tali asih kepada 21 guru honorer non-sertifikasi. Juga para penjaga KB dan TK ABA se-Purwokerto Selatan.
Ketua PCA Purwokerto Selatan, Dra Tavi Rochidati, menegaskan bahwa langkah ini adalah ikhtiar memperkuat “bonding” atau ikatan batin antara pimpinan organisasi dengan penggerak AUM.
“Kami ingin memastikan para guru dan penjaga sekolah merasakan kehadiran dan dukungan penuh dari Aisyiyah. Ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang luar biasa,” tutur Tavi.
Program pemberian tali asih ini bukan agenda instan. PCA Purwokerto Selatan telah menjalankan program ini secara istikamah selama satu dekade (10 tahun). Tali asih diharapkan menjadi bahan bakar semangat bagi para pendidik. Yaitu terus mencetak generasi emas di sekolah-sekolah Aisyiyah yang semakin maju dan berkemajuan.






0 Tanggapan
Empty Comments