Search
Menu
Mode Gelap

Aisyiyah Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Perempuan Binaan Rutan Sumenep

Aisyiyah Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Perempuan Binaan Rutan Sumenep
Aisyiyah Teguhkan Komitmen Pemberdayaan Perempuan Binaan Rutan Sumenep. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sumenep kembali menegaskan komitmen pemberdayaan perempuan melalui pelatihan soft skill bagi perempuan binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan kapasitas perempuan yang selama ini menjadi fokus Aisyiyah.

Pelatihan dipandu Ketua Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Sumenep, Rr Mardiana Hayati, dan berlangsung hangat, inspiratif, serta penuh interaksi.

Program soft skill ini dirancang untuk membekali perempuan binaan dengan kemampuan sosial dan emosional, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi olahan pangan berbahan ikan, kerja sama tim, manajemen emosi, tahsin Al-Qur’an, peningkatan kepercayaan diri, hingga penguatan pola pikir positif.

Mardiana menyampaikan bahwa perempuan yang sedang menjalani pembinaan membutuhkan dukungan menyeluruh, tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga penguatan karakter dan mental. Ia menegaskan peran soft skill dalam membentuk kesiapan seseorang beradaptasi dengan lingkungan sosial.

“Perempuan memiliki potensi besar untuk bangkit dan memperbaiki hidupnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk mengenali diri, mengolah kekuatan yang dimiliki, dan menata masa depan dengan lebih percaya diri,” ujarnya dalam sesi motivasi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain materi inti, peserta juga mengikuti sesi tahsin Al-Qur’an dan praktik olahan ikan yang diharapkan dapat menjadi bekal usaha. Antusiasme tampak dari keaktifan peserta dalam setiap kegiatan. Banyak di antara mereka menyampaikan bahwa pelatihan ini memberi energi positif dan membantu mengurangi kecemasan selama berada di rutan.

Pihak Rutan Kelas IIB Sumenep menyampaikan apresiasi atas kontribusi Aisyiyah yang konsisten mendampingi proses pembinaan. Kolaborasi ini dianggap penting dalam menyiapkan perempuan binaan agar memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat. Dengan penguatan soft skill, mereka diharapkan dapat memulai kehidupan baru dengan lebih siap dan tegar.

Kerja sama Aisyiyah dan Rutan Sumenep membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk pemasyarakatan. Kegiatan ini diharapkan menginspirasi hadirnya program pembinaan lain yang menyentuh aspek psikologis, sosial, dan emosional perempuan binaan.

Melalui pelatihan ini, Aisyiyah menegaskan bahwa setiap perempuan berhak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan memperbaiki masa depan. Dengan pendampingan yang tepat, perempuan binaan diyakini dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi sekitarnya.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments