Fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai “El Nino Godzilla” meningkatkan risiko kesehatan serius bagi masyarakat, terutama pekerja lapangan. Suhu panas yang tinggi kini menjadikan area terbuka sebagai zona berbahaya akibat ancaman Heat Stroke.
Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang, Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep., mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengancam nyawa jika tidak diantisipasi dengan baik.
Menurutnya, heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal. Kondisi ini lebih berbahaya dibanding dehidrasi biasa.
“Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh hingga produksi keringat terhenti. Ini bisa menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian,” jelasnya.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko heat stroke antara lain:
- Paparan panas ekstrem dalam waktu lama
- Kurangnya asupan cairan
- Minimnya waktu istirahat
- Penggunaan pakaian tebal atau tertutup
Perlengkapan kerja seperti jaket dan helm justru dapat menjebak panas di dalam tubuh, sehingga memperparah kondisi.
Nur mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal, seperti:
- Pusing
- Mual
- Lemas
- Kebingungan
Jika gejala tersebut muncul, aktivitas harus segera dihentikan untuk mencegah kondisi memburuk.
Untuk menghindari heat stroke, pekerja disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
- Rutin minum air putih tanpa menunggu haus
- Membawa persediaan air saat bekerja
- Istirahat 20–30 menit di tempat teduh
- Menghindari aktivitas berat pada pukul 10.00–13.00
- Menggunakan pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara
“Jika memakai jaket kerja, sebaiknya resleting sedikit dibuka agar panas tubuh bisa keluar,” tambahnya.
Selain upaya individu, Nur juga menekankan pentingnya kebijakan perusahaan dalam melindungi pekerja.
“Perusahaan perlu mengatur jam kerja lebih fleksibel, menyediakan air minum, dan tempat istirahat yang layak,” tegasnya.
Di tengah ancaman krisis iklim global, edukasi dan pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan risiko fatal akibat heat stroke. Dengan langkah sederhana namun konsisten, pekerja lapangan tetap dapat beraktivitas dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan.





0 Tanggapan
Empty Comments