Suasana haru menyelimuti Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) pada Selasa (9/9/2025). Di hari terakhir masa jabatannya sebagai dekan, Prof. Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum meresmikan Ruang Baca (RBC) yang baru selesai direnovasi.
Peresmian itu bukan sekadar seremonial, melainkan simbol warisan intelektual yang ia tinggalkan untuk civitas akademika.
Dalam sambutan terakhirnya, Prof. Purnawan menekankan bahwa ruang baca adalah jantung pendidikan di fakultas.
Dia ingin memastikan FIB memiliki fasilitas literasi yang representatif dan nyaman bagi mahasiswa, dosen, serta pengunjung.
“Hari ini istimewa bagi saya. Saya memberi sambutan terakhir sebagai dekan sekaligus mengajak kita semua bersyukur karena RBC sudah selesai direnovasi. Alhamdulillah, tampilannya luar biasa. Semoga dengan kondisi yang baru, semakin banyak mahasiswa betah membaca dan belajar di sini,” ungkap Dewan Pakar Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah in.
Renovasi RBC menghadirkan kapasitas penyimpanan lebih besar, hingga mampu menampung 50 ribu koleksi buku. Desain interior juga dibuat modern dan kondusif, dengan fasilitas penunjang agar mahasiswa merasa nyaman.
Prof. Purnawan mengingatkan, perpustakaan adalah pusat denyut kehidupan akademik.
“Tanpa perpustakaan yang hidup, proses pembelajaran bisa terhenti. Karena itu, siapapun yang kelak memimpin FIB harus menjaga jantung ini dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Peresmian RBC sekaligus menjadi momen perpisahan bagi Prof. Purnawan setelah lima tahun memimpin FIB. Meski berkesempatan melanjutkan ke periode kedua, ia memilih berhenti.
“Saya ingin FIB dipimpin tenaga yang lebih segar, yang lebih update dengan situasi terkini. Dengan begitu, kepemimpinan FIB akan semakin maju,” ucapnya penuh ketulusan.
Dia mengaku bangga bisa dipercaya mengemban amanah sebagai dekan. Selama kepemimpinannya, ia merasakan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika.
“Lima tahun ini adalah puncak karier saya sebagai pimpinan. Saya akan tetap bersama FIB sebagai dosen, mendorong fakultas ini menjadi semakin unggul di tingkat nasional dan internasional,” tutur dia.
Dengan berakhirnya masa jabatan Prof. Purnawan Basundoro, FIB UNAIR bukan hanya mengenang kepemimpinannya, tetapi juga merayakan warisan berharga berupa ruang baca baru, sebuah simbol bahwa literasi akan terus hidup dan berkembang di jantung fakultas. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments