
PWMU.CO – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe yang telah dilaksanakan selama dua pekan ditutup hari ini Sabtu, (26/7/2025).
Acara penutupan MPLS tersebut ditandai dengan melepaskan burung merpati yang disaksikan oleh guru dan murid-murid dengan ekspresi gembira ria. Simbol melepas burung tersebut dimaksudkan sebagai tanda kebebasan berpikir dan kebebasan meraih cita-cita setinggi langit bagi para siswa KB-TK Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe kelak.
Acara yang digelar di halaman sekolah TK ABA 45 Bambe ini diawali dengan senam pagi dan foto bersama serta pelepasan nametag yang dikenakan murid-murid selama pelaksanaan MPLS.
“Melepaskan burung ini merupakan ide yang muncul saat rapat koordinasi para guru dan kepala sekolah yang dilaksanakan hari Kamis, 23-7-2025 kemarin,” Ujar Yudhistira Estudiantina guru kelas di TK ABA yang bertempat di Perumahan Bukit Bambe blok DF 5-6 Bambe-Driyorejo-Gresik ini.
Simbol Kebebasan
Ia menambahkan, melepas burung merupakan simbol kebebasan meraih kebahagiaan dan cita-cita. Event melepas burung ini dipilih agar acara penutupan MPLS berbeda dengan tahun kemarin. Kalau tahun kemarin melepaskan balon udara yang disertai tulisan identitas TK kami. Maka untuk tahun ini kami memilih melepas burung.
“Melaksanakan MPLS bukan sekedar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan emas untuk menyalakan cahaya harapan bagi para generasi penerus bangsa sejak dini yang datang dengan sejuta harapan, mimpi, dan cita-cita,” ujar Erna Dwi Hayati yang sejak tahun 2014 sudah menjadi guru di TK ABA 45 Bambe.
Menurutnya, dengan dilaksanakannya kegiatan MPLS diharapkan anak-anak yang baru keluar dari zona nyaman bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang penuh peraturan dan penuh hiruk pikuk bersama teman-teman yang banyak, yang berbeda dengan suasana di rumah. Dengan demikian diharapkan anak-anak bisa merasakan kenyamanan dan kebahagiaan bermain dan belajar didampingi para guru.
Di sini lah peran guru sangat penting untuk menyambut dan membersamai mereka dengan ramah dan dengan energi positif.
“Dengan energi positif dan sikap ramah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan karakter, rasa percaya diri, dan keberanian. Sehingga kelak anak-anak usia dini akan mampu hidup melanglang buana menjelajah alam semesta sebagai generasi berkemajuan. Sebagaimana burung merpati yang terbang bebas lepas dari kekangan dan lepas dari intimidasi,” ujarnya. (*)
Penulis Endah Suryani Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments