Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aksi Kemanusiaan Muhammadiyah: DMC RS Aisyiyah Bojonegoro Layani Ratusan Korban Banjir Aceh Tamiang

Iklan Landscape Smamda
Aksi Kemanusiaan Muhammadiyah: DMC RS Aisyiyah Bojonegoro Layani Ratusan Korban Banjir Aceh Tamiang
dr. Wildan dan Perawat Novy Saat Memeriksa Pasien Korban Bencana Aceh. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap kondisi kesehatan warga. Tim medis gabungan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Disaster Management Center (DMC) RS Aisyiyah Bojonegoro terus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir selama sepuluh hari berturut-turut sejak tanggal (1-10/1/2026).

Salah satu relawan tim medis, Novy Husnul Mawadah, S. Kep,. Ns menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan secara intensif di lokasi terdampak dengan berbagai keluhan penyakit yang mayoritas dipicu oleh kondisi lingkungan pascabanjir.

“Selama sepuluh hari pelayanan, penyakit terbanyak yang kami tangani hampir setiap hari adalah ISPA. Lingkungan yang lembap, air kotor, serta kelelahan warga sangat mempengaruhi kondisi kesehatan mereka,” ujar Novy, tim DMC RS Aisyiyah Bojonegoro.

ISPA Konsisten Menjadi Penyakit Terbanyak
Berdasarkan data harian yang dihimpun tim medis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menempati urutan pertama penyakit terbanyak selama sepuluh hari pelayanan. Selain ISPA, keluhan lain yang sering muncul meliputi myalgia (nyeri otot), hipertensi (HT), cephalgia (sakit kepala), serta berbagai penyakit kulit seperti dermatomikosis dan dermatitis.

Pada hari pertama, lima penyakit terbanyak adalah ISPA, myalgia, cephalgia, hipertensi, dan dermatomikosis. Hari kedua, ISPA tetap mendominasi disusul diabetes melitus (DM), gastroenteritis akut (GEA), cephalgia, dan hipertensi.

Memasuki hari ketiga, keluhan penyakit kulit kembali meningkat dengan dermatomikosis berada di urutan kedua setelah ISPA. Sementara pada hari keempat, selain ISPA dan dermatomikosis, muncul keluhan anoreksia dan parestesia yang menunjukkan kelelahan serta gangguan saraf ringan pada warga.

Pada hari kelima hingga hari keenam, pola penyakit relatif serupa, dengan ISPA, myalgia, hipertensi, cephalgia, parestesia, serta dermatomikosis mendominasi pelayanan medis.

Hari ketujuh mencatat munculnya vertigo sebagai salah satu keluhan terbanyak, sedangkan hari kedelapan kembali didominasi ISPA, penyakit kulit, hipertensi, anoreksia, dan myalgia, hari kesembilan kembali didominasi ISPA, penyakit kulit, hipertensi, myalgia. dan hari kesepuluh kembali didominasi ISPA, hipertensi, anoreksia, myalgia.

Selama sepuluh hari pelayanan, tim medis MDMC dan DMC RSA Bojonegoro telah melayani lebih dari 521 pasien. Jumlah pasien yang dilayani setiap hari cukup fluktuatif, tergantung kondisi cuaca dan akses warga ke pos layanan kesehatan.

Pada hari pertama tercatat 103 pasien, hari kedua 49 pasien, hari ketiga 63 pasien, hari keempat 33 pasien, dan hari kelima 30 pasien. Jumlah pasien kembali meningkat pada hari keenam sebanyak 62 pasien, menurun pada hari ketujuh 24 pasien, pada hari kedelapan hingga 92 pasien, hari kesembilan 55 pasien dan hari kesepuluh 10 pasien.

“Lonjakan pasien biasanya terjadi ketika air mulai surut. Warga yang sebelumnya bertahan di rumah atau pengungsian mulai datang untuk berobat,” jelas Novy.

Komitmen Muhammadiyah untuk Kemanusiaan
Kehadiran MDMC dan DMC RSA Bojonegoro di Aceh Tamiang merupakan wujud nyata komitmen Muhammadiyah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang.
Selain pelayanan medis, tim juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga agar lebih waspada terhadap penyakit pascabanjir, terutama ISPA dan penyakit kulit.

“Harapan kami, masyarakat bisa segera pulih, baik dari dampak banjir maupun dari sisi kesehatannya. Kami juga mengimbau agar warga menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan,” pungkas Novy.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu