Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aktiflah di Media Sosial untuk Berdakwah

Iklan Landscape Smamda
Aktiflah di Media Sosial untuk Berdakwah
Fathurrahim Syuhadi. (Dok. Pribadi/PWMU.CO)
Oleh : Fathurrahim Syuhadi Wakil Ketua PDM Lamongan
pwmu.co -

Di era digital seperti sekarang, media sosial bukan lagi sekadar sarana hiburan atau komunikasi antar-teman, tetapi juga menjadi ruang dakwah yang luas dan menjanjikan. Kehidupan manusia kini sebagian besar terhubung lewat gawai, aplikasi, dan jejaring internet.

Maka, dakwah pun tidak boleh terbatas hanya pada mimbar masjid atau majelis taklim. Umat Islam dituntut kreatif untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai Islam, menyebarkan kebaikan, dan memperluas jangkauan dakwah.

Allah Swt berfirman dalam al-Qur’an “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (Qs An-Nahl: 125).

Ayat ini menjadi dasar bahwa setiap Muslim punya kewajiban untuk menyeru kepada kebaikan, sesuai dengan kemampuan dan cara yang bijak.

Jika pada masa lalu dakwah dilakukan dengan lisan dan tulisan di majalah atau buku, maka di era sekarang media sosial adalah sarana efektif yang mampu menjangkau ribuan hingga jutaan orang hanya dengan satu postingan.

Dakwah di media sosial bisa berwujud berbagai bentuk : tulisan inspiratif, video pendek, infografis, podcast, bahkan sekadar membagikan kutipan ayat atau hadis. Hal-hal sederhana ini bisa memberi dampak besar bagi orang lain yang membacanya.

Rasulullah Saw bersabda “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari).

Hadis ini menegaskan bahwa seorang Muslim tidak harus menunggu sampai menjadi ulama besar untuk bisa berdakwah. Cukup dengan ilmu yang dimiliki, meskipun satu ayat, itu sudah bernilai dakwah jika disampaikan dengan ikhlas.

Di media sosial, menyampaikan “satu ayat” bisa sangat mudah : menulis status, membuat story, atau membagikan konten Islami. Sesuatu yang tampak kecil di mata kita bisa jadi sangat besar di mata Allah, karena siapa tahu dari satu unggahan itu ada seseorang yang mendapatkan hidayah.

Rasulullah Saw juga bersabda “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim, no. 1893).

Hadis ini memberi motivasi bahwa setiap konten kebaikan yang kita sebarkan di media sosial akan terus mengalirkan pahala, meski hanya sekadar mengingatkan orang untuk shalat tepat waktu atau berbuat baik kepada sesama.

Media Sosial : Lahan Subur Dakwah

Mengapa media sosial penting untuk dakwah ? Media sosial penting untuk ladang berdakwah. Ada beberapa hal yang melandasi hal ini :

Pertama, Jangkauan Luas. Satu postingan bisa menjangkau ribuan orang, bahkan lintas negara. Ini peluang dakwah yang tidak dimiliki generasi sebelumnya.

Kedua, Akses Mudah. Siapapun bisa berdakwah. Tidak perlu biaya besar atau fasilitas khusus. Hanya butuh niat, ilmu, dan kreativitas.

Ketiga, Variasi Bentuk. Dakwah tidak monoton. Bisa berupa artikel, video, gambar, podcast, hingga musik Islami.

Keempat, Efek Berantai. Konten yang bermanfaat bisa dibagikan ulang, sehingga pahala terus mengalir dari setiap orang yang terinspirasi.

Tentu perlu diingat bahwa dakwah di media sosial juga membutuhkan etika. Jangan sampai semangat berdakwah justru menimbulkan kebencian, perpecahan, atau hoaks.

Etika Berdakwah di Media Sosial

Pertama, berdakwah dengan hikmah. Hikmah berarti penuh kebijaksanaan. Jangan sampai konten dakwah menyinggung, menghina, atau memojokkan pihak tertentu.

Kedua, berbahasa yang santun. Rasulullah Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka, dakwah di media sosial pun harus mencerminkan akhlak mulia, bukan provokasi.

Ketiga, sampaikan yang benar. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Nabi Saw mengingatkan “Cukuplah seseorang dikatakan berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim). Hadis ini relevan sekali dengan kondisi media sosial, di mana berita bohong atau hoaks sering beredar cepat.

Keempat, niatkan ikhlas karena Allah. Jangan berdakwah demi popularitas, jumlah likes, atau follower. Keikhlasan menjadi ruh dakwah, agar setiap kata yang disampaikan bernilai pahala di sisi Allah.

Dakwah sebagai Amal Jariyah. Aktif di media sosial untuk dakwah sejatinya bagian dari amal jariyah.

Rasulullah Saw bersabda “Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Konten Islami yang kita unggah bisa menjadi ilmu bermanfaat. Selama masih ada yang membacanya meski kita telah tiada, pahala akan terus mengalir. Maka, media sosial bisa menjadi “ladang amal” jika digunakan untuk hal-hal positif.

Di tengah derasnya arus informasi, media sosial dapat menjadi pedang bermata dua: bisa membawa kebaikan, bisa pula membawa keburukan. Tugas seorang Muslim adalah menjadikannya sebagai sarana dakwah, menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, santun, dan penuh hikmah.

Mari kita aktif berdakwah di media sosial. Mulailah dari hal-hal sederhana: membagikan ayat, hadis, kata-kata motivasi Islami, atau kisah inspiratif. Jangan remehkan satu postingan, karena bisa jadi itulah jalan hidayah bagi orang lain.

Dengan niat ikhlas, konten dakwah yang kita bagikan akan menjadi amal jariyah yang tak terputus, sebagaimana sabda Nabi Saw “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu